BOJONEGORbOtimes.Id – Tradisi Haul Ki Andong Sari ke-244 kembali digelar dengan meriah di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, pada Minggu (5/7/2026).
Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Suro sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang dihormati warga setempat.
Kegiatan tersebut juga menjadi upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga seluruh prosesi selesai dilaksanakan.
Perayaan tahun ini semakin semarak dengan hadirnya Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang melepas secara resmi Kirab Agung Pusaka Ki Andong Sari.
Setelah prosesi pelepasan, rombongan bersama masyarakat menaiki andong mengelilingi kawasan Ledok Kulon hingga Ledok Wetan.
Kirab membawa delapan pusaka peninggalan Ki Andong Sari, gunungan tahu khas Ledok, serta gunungan hasil bumi.
Seluruh simbol tersebut mencerminkan rasa syukur masyarakat atas limpahan berkah dan hasil panen yang diperoleh.
Sebelum kirab dimulai, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan prosesi jamasan terhadap delapan pusaka Ki Andong Sari.
Tradisi penyucian pusaka itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan haul setiap tahunnya.
Selain memiliki makna spiritual, ritual tersebut juga menjadi pengingat akan sejarah serta jasa para leluhur.
Nilai-nilai itu terus diwariskan kepada generasi muda melalui tradisi yang tetap dijaga hingga sekarang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengapresiasi komitmen masyarakat Ledok Kulon yang konsisten mempertahankan tradisi budaya tersebut.
Menurutnya, Haul Ki Andong Sari bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga sarana memperkenalkan sejarah daerah kepada generasi penerus.
Ia berharap semangat menghargai perjuangan para pendahulu terus tumbuh di tengah masyarakat.
Pelestarian budaya dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah.
”Momentum haul ini harus menjadi inspirasi bagi anak cucu kita agar tidak melupakan perjuangan para pendahulu. Budaya yang baik harus terus kita uri-uri karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan yang patut diteladani,” ujar Nurul Azizah.
Ia menambahkan, kemajuan suatu daerah tidak lahir dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang dibangun oleh para pendahulu.
Karena itu, generasi muda perlu memahami sejarah sebagai bekal untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap daerahnya.
Kesadaran tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya Bojonegoro.
Dengan demikian, nilai-nilai luhur yang diwariskan dapat terus hidup di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon juga memperkenalkan buku berjudul “Historiografi Ki Andong Sari”.
Buku itu memuat kisah perjalanan hidup Ki Andong Sari beserta perkembangan kawasan Ledok sebagai bagian dari sejarah lokal Bojonegoro.
Kehadiran buku tersebut diharapkan mampu memperkuat literasi sejarah di kalangan masyarakat.
Selain itu, publik memperoleh referensi yang lebih lengkap mengenai tokoh yang dihormati warga Ledok.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan siap mendukung pengembangan literasi sejarah melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas edukasi sejarah sekaligus mengangkat potensi wisata budaya di daerah.
Dengan semakin dikenalnya sejarah Ki Andong Sari, tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat luas.
Komitmen bersama itu menjadi langkah nyata dalam menjaga sejarah dan budaya Bojonegoro agar tetap lestari. (Prokopim)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,