‎Jelang Haul Akbar UAS di Pamekasan, Desa Lancar Benahi Akses dan IBS PKMKK Rancang Destinasi Wisata Religi

PAMEKASAN – Kehadiran ulama nasional Prof. Dr. KH. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A. dalam Haul Akbar Sesepuh Kembang Kuning pada 1 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Lancar, Kabupaten Pamekasan.

‎Selain persiapan menyambut ribuan jamaah, kegiatan tersebut juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan berbasis pendidikan serta keagamaan.

‎Pemerintah Desa Lancar menunjukkan dukungannya dengan melakukan perbaikan dan pelebaran akses jalan menuju Islamic Boarding School (IBS) PKMKK.

‎Langkah ini tidak hanya untuk mempermudah mobilitas jamaah saat haul berlangsung, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung perkembangan kawasan pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat.

‎Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis, menilai pembangunan akses jalan memiliki peran penting dalam membuka peluang kemajuan suatu wilayah.

‎Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan menjadi penopang bagi pertumbuhan pendidikan, ekonomi, hingga sektor wisata yang tengah dirancang bersama pemerintah desa.

‎”Aksesibilitas merupakan fondasi utama bagi tumbuhnya kawasan pendidikan, ekonomi, maupun wisata. Karena itu pembangunan jalan harus diarahkan untuk mendukung pembangunan manusia dan peradaban,” ujar Achmad Muhlis.

‎Sejalan dengan hal tersebut, IBS PKMKK bersama BUMDes Lancar tengah merintis pengembangan destinasi wisata edukatif-religius.

‎Konsep yang diusung menggabungkan unsur pendidikan, dakwah, lingkungan, ekonomi kreatif, olahraga sunnah, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

‎Untuk memperkuat rencana tersebut, IBS PKMKK aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pelaku usaha dan pengembang wisata dari sejumlah daerah.

‎Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penyusunan konsep pengembangan kawasan yang lebih matang dan profesional.

‎Keseriusan pengembangan kawasan juga terlihat melalui kunjungan investor sekaligus praktisi wisata asal Timur Tengah, Dr. Eng. Waleed, pada 23 Juni 2026.

‎Dalam pertemuan itu dibahas peluang kerja sama pengembangan wisata edukatif-religius, pertukaran pelajar, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan pembelajaran Bahasa Arab.

‎”Keberanian IBS PKMKK mengembangkan kawasan wisata berbasis pesantren merupakan langkah visioner yang memiliki prospek besar jika dirancang dan dikelola secara profesional,” kata Dr. Eng. Waleed.

‎Menurutnya, keberhasilan program tersebut harus ditopang oleh perencanaan yang matang, mulai dari penyusunan master plan, studi kelayakan, pemetaan potensi wilayah, hingga strategi bisnis jangka panjang agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan secara berkelanjutan.

‎Achmad Muhlis menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukan merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

‎Ia berharap kolaborasi antara pesantren, pemerintah desa, dunia usaha, dan mitra internasional mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat Pamekasan dan sekitarnya.

‎”Kehadiran UAS dalam Haul Akbar nanti menjadi simbol pertemuan antara tradisi keilmuan, dakwah, dan pembangunan masyarakat yang terus bergerak menuju kemajuan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *