BOJONEGOROtimes.Id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa kemampuan memahami dan mengelola data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, kebijakan publik yang berkualitas lahir dari proses analisis data yang akurat dan menyeluruh, bukan sekadar berdasarkan asumsi maupun opini yang berkembang di masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026 pada Selasa (9/6/2026).
Di hadapan peserta pelatihan, Nurul Azizah mengingatkan bahwa tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks sehingga ASN dituntut memiliki kemampuan analitis yang kuat dalam membaca berbagai fenomena pembangunan daerah.
“Sebagai ASN kita harus terbiasa bekerja dengan data. Jangan hanya melihat satu angka lalu menarik kesimpulan. Data harus dibaca secara menyeluruh agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujar Nurul Azizah.
Untuk memperjelas pentingnya pemahaman data, ia mencontohkan polemik yang sempat muncul setelah dirilisnya angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro pada triwulan pertama tahun 2026.
Saat itu, capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 0,02 persen memunculkan beragam penafsiran yang mengaitkannya dengan keberhasilan maupun kegagalan program pembangunan pemerintah daerah.
Namun setelah dilakukan kajian bersama Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui bahwa perlambatan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya produksi minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi sektor dominan dalam struktur ekonomi Bojonegoro.
Faktor tersebut memberikan dampak signifikan terhadap angka pertumbuhan secara keseluruhan.
Di sisi lain, sejumlah sektor nonmigas justru menunjukkan tren positif. Sektor pertanian, perdagangan, jasa, serta beberapa bidang usaha lainnya masih mampu tumbuh dan berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Kondisi itu menunjukkan bahwa suatu data harus dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
“Kalau tidak memahami data secara lengkap, kita mudah terjebak pada persepsi. Padahal tugas ASN adalah menghadirkan fakta dan solusi berdasarkan data yang valid,” tegasnya.
Selain menyoroti pentingnya penguasaan data, Nurul Azizah juga menekankan bahwa seorang pejabat administrator perlu memadukan aspek keilmuan dan seni kepemimpinan.
Pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, sedangkan seni kepemimpinan tercermin dari kemampuan membangun komunikasi, memahami persoalan, serta menggerakkan organisasi menuju tujuan bersama.
Menurutnya, birokrasi ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin dinamis.
Di tengah keterbatasan anggaran dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, ASN dituntut mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan potensi daerah yang dimiliki.
Melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator, ia berharap para peserta dapat memperkuat kapasitas diri sebagai pemimpin yang adaptif, profesional, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan begitu, setiap kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan terukur.
“Jadilah ASN yang profesional, memiliki visi, komitmen, serta mampu membaca perubahan zaman. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan asumsi atau persepsi. Biasakan bekerja dengan data, karena dari data itulah lahir kebijakan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” pungkas Nurul Azizah. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,