BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempercepat realisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Keseriusan tersebut terlihat saat Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mendampingi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita, meninjau kesiapan operasional koperasi di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Selasa (12/5/2026).
Peninjauan dilakukan menjelang peluncuran nasional KDKMP yang dijadwalkan berlangsung serentak pada 16 Mei 2026.
Sebelum ke Bojonegoro, rombongan juga meninjau lokasi serupa di Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting dari pusat maupun daerah.
Di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa, Pangdam V/Brawijaya, Irjen TNI, hingga Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan koperasi desa di berbagai wilayah.
Bojonegoro dinilai menjadi salah satu daerah dengan progres paling cepat di Jawa Timur.
Dalam kunjungan itu, Wakil Panglima TNI memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan KDKMP di Bojonegoro.
Berdasarkan laporan Kodim 0813 Bojonegoro, sebanyak 396 titik koperasi telah dibangun dari target 430 desa atau mencapai sekitar 92,9 persen.
Dari jumlah tersebut, 160 titik sudah selesai sepenuhnya dan siap digunakan.
Capaian itu dinilai menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.
Tahap awal operasional akan dimulai dengan pembukaan 85 gerai koperasi yang tersebar di 22 kecamatan.
Lokasi gerai dipilih berdasarkan kesiapan infrastruktur, potensi ekonomi masyarakat, dan kondisi wilayah yang minim risiko bencana.
Pemerintah berharap gerai-gerai tersebut dapat langsung melayani kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi pusat distribusi produk desa.
Keberadaan koperasi juga ditargetkan memperkuat perputaran ekonomi lokal.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli.
Menurutnya, koperasi akan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui kerja sama dengan pelaku UMKM lokal.
Produk unggulan desa nantinya akan dipasarkan melalui gerai koperasi secara terintegrasi.
Selain itu, distribusi komoditas pangan juga akan melibatkan BUMD pangan daerah.
“KDKMP akan menyerap hasil pertanian warga dengan harga yang kompetitif sehingga petani memiliki kepastian pasar dan nilai jual yang lebih baik,” ujar Dedy.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita menegaskan pentingnya kesiapan operasional sebelum peluncuran nasional dilakukan.
Ia memastikan TNI siap membantu mengatasi kendala distribusi maupun persoalan teknis di lapangan.
Koordinasi juga dilakukan bersama Bulog dan instansi terkait agar distribusi logistik berjalan lancar.
Menurutnya, stabilitas operasional menjadi prioritas utama pada tahap awal program.
“Fokus kami memastikan seluruh sistem berjalan baik sehingga tidak ada hambatan teknis saat koperasi mulai beroperasi,” tegas Tandyo.
Ia juga menjelaskan bahwa selama tiga tahun pertama, pengelolaan KDKMP akan menggunakan pola manajemen komando.
Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kestabilan usaha dan memperkuat tata kelola koperasi sebelum nantinya dikelola mandiri oleh masyarakat desa.
Setiap koperasi akan dioperasikan oleh 18 personel yang terdiri dari manajer, tenaga ahli pangan, dan tenaga kerja lokal desa.
Seluruh personel akan mendapatkan pelatihan khusus sebelum bertugas.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan dukungan penuh Pemkab Bojonegoro terhadap program nasional tersebut.
Menurutnya, KDKMP memiliki peran strategis dalam membuka akses pemasaran produk desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar pengelolaan koperasi berjalan profesional.
Ia optimistis koperasi desa dapat menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat pedesaan.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi wadah pemasaran produk unggulan desa sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Setyo Wahono.
Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa, menyampaikan bahwa pembangunan koperasi merupakan bagian dari program percepatan pembangunan nasional.
Pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan regulasi dan anggaran guna mendukung operasional koperasi desa.
Karena itu, pemerintah daerah diminta mempercepat penyediaan lahan dan pembangunan fisik gerai koperasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar operasional dapat berjalan maksimal.
Sedangkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono menuturkan bahwa KDKMP akan diarahkan menjadi off-taker berbagai produk unggulan desa.
Setiap daerah diminta memetakan potensi lokal agar koperasi mampu menyerap hasil produksi masyarakat secara optimal.
Selain itu, pengelolaan koperasi juga akan didukung sistem digital dan layanan berbasis aplikasi.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan memperluas akses pasar produk desa hingga tingkat nasional.
Pemerintah juga memastikan tenaga kerja koperasi diprioritaskan berasal dari desa setempat.
Kebijakan tersebut diharapkan membuka lapangan kerja baru sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di wilayah pedesaan.
Melalui percepatan pembangunan KDKMP, pemerintah ingin menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa di masa depan. (Prokopim)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,