‎Kemarau Panjang Ancam Panen, Pemkab Bojonegoro Siapkan Strategi Jaga Produksi Padi

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berdampak pada hasil pertanian.

‎Meski ada ancaman penurunan produksi, daerah ini tetap optimistis mampu menjaga perannya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.

‎Fokus utama pemerintah adalah menjaga hasil panen sekaligus melindungi kesejahteraan petani.

‎Berbagai strategi pun mulai disiapkan sejak dini.

‎Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, berdasarkan hasil analisis, kemarau panjang berpotensi menurunkan produksi padi sekitar 50 ribu ton.

‎Penurunan itu menjadi koreksi dari capaian sebelumnya yang mencapai 864 ribu ton.

‎Meski demikian, ia yakin Bojonegoro masih mampu mempertahankan posisi sebagai produsen padi terbesar kedua di Jawa Timur.

‎“Kita harus siap menghadapi tantangan cuaca, tapi tetap optimistis menjaga produksi,” ujarnya.

‎Selain mengejar target panen, Pemkab Bojonegoro juga menaruh perhatian pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP).

‎Nurul mengimbau petani agar tidak terburu-buru menjual hasil panen dalam bentuk gabah tebasan di sawah.

‎Menurutnya, pengelolaan pascapanen yang baik dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi petani.

‎“Menjual hasil panen dalam bentuk lebih bernilai atau menyimpan cadangan pangan akan lebih menguntungkan,” katanya.

‎Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani menjelaskan, langkah mitigasi yang disiapkan meliputi percepatan masa tanam, optimalisasi pompa air, serta pembersihan jaringan irigasi.

‎Pemerintah juga mendorong pengaturan pola tanam di daerah minim air dan pemanfaatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

‎Selain itu, lumbung pangan desa diminta aktif menyerap gabah petani saat panen raya.

‎“Kami juga mengimbau petani menanam varietas padi cepat panen seperti Cakrabuana dan Gamagora,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *