BOJONEGOROtimes.Id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan terus direalisasikan melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025.
Program ini mengalokasikan anggaran bernilai ratusan miliar rupiah untuk memperbaiki jalan dan jembatan desa.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan konektivitas antarwilayah. Tujuannya jelas, mendorong mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Salah satu desa yang merasakan langsung dampak positif program tersebut adalah Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem.
Melalui BKKD 2025, jalan poros desa yang sebelumnya rusak kini telah dilakukan pengaspalan.
Progres pengerjaan jalan tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 95 persen. Kondisi ini disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Jalan yang dibangun merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Panjang dengan Desa Tondomulo, tepatnya menuju Dusun Malangbong.
Jalur ini selama ini menjadi tumpuan aktivitas warga sehari-hari. Selain untuk mobilitas penduduk, jalan tersebut juga menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian.
Keberadaannya sangat menentukan kelancaran roda ekonomi desa.
Kepala Desa Panjang, Hari Hartono, menjelaskan bahwa pembangunan jalan poros desa tersebut memiliki panjang 662 meter dengan lebar 4 meter.
Lokasinya berada di wilayah RT 9, 10, 11, dan 12 RW 05 Dusun Panjang.
Ia menyebut pembangunan ini merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Program BKKD dinilai sangat tepat sasaran.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Bojonegoro Wahono dan Ibu Wakil Bupati Nurul Azizah. Program BKKD ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jalan yang dulunya rusak kini jauh lebih layak,” ungkap Hari Hartono, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, jalan poros desa merupakan jalur penting yang menunjang berbagai aktivitas warga.
Mulai dari akses menuju lahan pertanian, sekolah, hingga kegiatan ekonomi harian masyarakat.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, tingkat keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan juga meningkat. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas warga.
Hari Hartono menambahkan bahwa pembangunan jalan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat.
Pemerintah desa kemudian menindaklanjuti dengan mengajukan proposal melalui skema BKKD ke Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Dukungan penuh dari warga menjadi faktor utama terealisasinya proyek tersebut. Pengaspalan jalan akhirnya bisa dilaksanakan pada tahun 2025.
Lebih lanjut, jalur Panjang–Tondomulo menuju Dusun Malangbong memiliki potensi besar sebagai jalur alternatif lintas timur Bojonegoro–Nganjuk.
Jalur ini dinilai strategis untuk mempercepat arus transportasi antarwilayah.
Jika tersambung sepenuhnya, jalur tersebut akan memperkuat konektivitas kawasan perbatasan. Dampaknya diyakini akan signifikan bagi ekonomi lokal.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Nganjuk diketahui telah melakukan pembangunan jalan dengan metode pengecoran hingga wilayah Desa Bajang.
Peningkatan infrastruktur tersebut membuat akses yang sebelumnya sulit kini menjadi lebih baik.
Namun, pada ruas perbatasan yang berada di wilayah Dusun Malangbong, Bojonegoro, pembangunan masih perlu dilanjutkan.
Penyambungan jalur menjadi kebutuhan mendesak.
Atas kondisi tersebut, Kepala Desa Panjang berharap adanya kelanjutan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Ia menginginkan agar ruas jalan di wilayah Dusun Malangbong dapat tersambung dengan jalan di Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk.
Penyambungan jalur diyakini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat lintas daerah.
“Di wilayah Nganjuk jalannya sudah dicor. Harapan kami, pembangunan dari Bojonegoro bisa dilanjutkan agar jalur ini benar-benar tersambung. Jika terealisasi, akses Bojonegoro–Nganjuk akan semakin optimal,” harapnya.
Sementara itu, Sugeng, salah satu warga Desa Panjang, mengaku sangat bersyukur atas pembangunan jalan poros desa tersebut.
Ia mengatakan kondisi jalan kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Aktivitas warga menjadi lebih lancar dan aman.
Pembangunan ini dinilai membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Dulu jalannya rusak parah, sekarang sudah mulus. Kami berterima kasih kepada pemerintah desa dan Pemkab Bojonegoro. Sekarang transportasi lancar dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu lagi,” pungkas Sugeng. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,