‎Bupati Bojonegoro Tegaskan Pasar Kota Harus Ramah Disabilitas dan Nyaman untuk Semua

BOJONEGOROtimes.Id — Bupati Bojonegoro menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan kota yang nyaman dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

‎Hal itu disampaikan dalam Dialog Interaktif Sapa Bupati di Pendopo Malowopati, Kamis (3/9/2026).

‎Mengusung tema “Menata Kota, Memudahkan Warga”, forum tersebut membahas sejumlah persoalan strategis, mulai penataan ruang publik, infrastruktur, pasar rakyat hingga penguatan ekonomi masyarakat.

‎Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro hadir bersama jajaran kepala OPD serta unsur masyarakat.

‎Dalam dialog, Kepala Dinas PKPCK Bojonegoro Satito Hadi memaparkan rencana penataan sejumlah kawasan strategis, termasuk Alun-alun Bojonegoro, Masjid Darussalam dan Taman Rajekwesi.

‎Penataan diarahkan untuk memperbaiki mobilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan warga.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Moh. Akhmadi menjelaskan konsep penataan pasar rakyat agar lebih tertib dan berdaya saing.

‎Perhatian mencakup zonasi pedagang, sanitasi, sampah, drainase, ruang terbuka hijau, keamanan hingga pengaturan parkir.

‎Salah satu aspirasi datang dari Pertuni Cabang Bojonegoro yang meminta akses penyandang disabilitas diperhatikan dalam revitalisasi Pasar Kota.

‎Salah satunya melalui penyediaan guiding block agar fasilitas pasar dapat diakses masyarakat dengan kebutuhan khusus.

‎Menanggapi hal tersebut, Bupati memastikan aspek inklusivitas akan menjadi bagian dari pembangunan Pasar Kota.

‎Pemerintah daerah ingin pasar tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga dapat digunakan dengan nyaman oleh seluruh lapisan masyarakat.

‎“Insyaallah nanti pasarnya untuk disabilitas juga menjadi bagian dari perhatian kami,” tegas Bupati Bojonegoro.

‎Selain penataan kota, masyarakat juga menyampaikan aspirasi mengenai lalu lintas, infrastruktur pertanian, bantuan sosial, pendidikan, UMKM dan pemberdayaan.

‎Bupati meminta perangkat daerah terkait menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut.

‎Bupati menekankan pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan penguatan ekonomi warga.

‎Program pemberdayaan seperti Gayatri disebut menjadi salah satu upaya Pemkab Bojonegoro untuk mendorong keluarga pra-sejahtera agar semakin mandiri.

‎Melalui Sapa Bupati, Pemkab Bojonegoro berupaya memastikan pembangunan tidak berhenti pada perubahan fisik.

‎Penataan kota diharapkan mampu menghadirkan ruang publik dan layanan yang lebih tertib, nyaman, inklusif serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)