BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempercepat digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos) untuk meningkatkan akurasi penerima bantuan sosial.
Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi Perlinsos dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Pendopo Malowopati, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tahap awal diikuti 214 pendamping PKH serta 50 ASN atau PLO Dinas Sosial.
Program ini menjadi bagian dari perluasan uji coba digitalisasi bansos 2026 di 109 kabupaten/kota, termasuk Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, pembaruan data harus dilakukan secara cepat dan menyesuaikan kondisi masyarakat di lapangan.
Menurutnya, perubahan kondisi sosial ekonomi warga perlu segera tercermin dalam data penerima bantuan.
Pemanfaatan IKD diharapkan dapat mempercepat proses pemutakhiran sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran.
“InsyaAllah nanti dengan sarana IKD ini akan ada percepatan dalam pemutakhiran data,” ujarnya.
Nurul menjelaskan, pendamping PKH, TKSK, dan petugas Dinas Sosial memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Mereka diharapkan mampu memastikan data penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi terkini.
Perubahan administrasi seperti pembentukan KK baru juga perlu diteliti agar tidak otomatis mengubah status kesejahteraan keluarga.
“Kita ingin data yang baik dan benar, data yang tepat sasaran, dan data yang tidak merugikan mereka yang seharusnya berhak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menyebut sosialisasi tersebut merupakan tahap awal pembentukan agen Perlinsos.
Peserta mendapat pemahaman mengenai mekanisme digitalisasi, portal Perlinsos, registrasi, sanggah, serta pemanfaatan IKD.
Agen nantinya membantu masyarakat dalam proses registrasi, edukasi, hingga menyampaikan kendala yang ditemukan di lapangan.
“Harapannya pilar-pilar di Dinas Sosial bersama-sama memahami dan bisa melaksanakan kegiatan lanjutan terkait digitalisasi Perlinsos,” jelas Agus.
Pemkab Bojonegoro selanjutnya akan memperluas sosialisasi, termasuk kepada masyarakat terkait aktivasi IKD.
Digitalisasi diharapkan membuat pendataan, verifikasi, registrasi, dan pemutakhiran data bansos menjadi lebih cepat serta transparan.
Dengan data yang semakin akurat, penyaluran Program Sembako dan PKH diharapkan benar-benar diterima warga yang memenuhi kriteria.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mencegah bantuan salah sasaran akibat data yang tidak lagi sesuai kondisi masyarakat. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,