BOJONEGOROtimes.Id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bojonegoro bersama Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Jawa Timur menggelar seminar bertajuk “Hidup Sehat Sejahtera dengan Diabetes Terkontrol” di Pendopo Malowopati, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan dalam rangka World Diabetes Day 2026 ini mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan.
Seminar ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat layanan kesehatan bagi penyandang diabetes.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Alvi Chomariyati, menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama dalam pengendalian diabetes.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami penyakit tersebut sehingga berisiko mengalami komplikasi.
Ia mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mengatur nutrisi, rutin berolahraga, dan patuh menjalani pengobatan.
”Musuh terbesar diabetes bukan penyakitnya, tetapi ketidaktahuan masyarakat. Karena itu kami berkomitmen menghadirkan informasi yang valid dan mudah dipahami,” ujar dr. Alvi.
Ketua IDI Cabang Bojonegoro, dr. Pramono Apriawan Wijayanto, mengatakan seminar ini merupakan bentuk pengabdian profesi kedokteran kepada masyarakat.
IDI, kata dia, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai organisasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa bahaya diabetes tidak hanya pada penyakitnya, tetapi juga komplikasi yang ditimbulkan.
”Diabetes bukan hanya soal penyakitnya, tetapi komplikasinya. Masyarakat perlu mendapat pendampingan tenaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum tentu benar,” kata dr. Pramono.
Mewakili Bupati Bojonegoro, Sekretaris Daerah Edi Susanto mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut.
Ia menyebut diabetes melitus merupakan silent killer yang perlu diwaspadai sehingga diperlukan kolaborasi semua pihak dalam upaya pencegahan.
Pemkab Bojonegoro terus menguatkan program promotif dan preventif melalui GERMAS, deteksi dini, serta penerapan perilaku CERDIK agar masyarakat mampu mencegah dan mengendalikan diabetes.
”Keberhasilan pengendalian diabetes tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” tutur Edi Susanto. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,