BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sinergi dengan para pedagang guna memperlancar pembangunan Pasar Kota.
Seiring dimulainya proyek tersebut, pemerintah telah menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Pasar Wisata sebagai lokasi relokasi pedagang, khususnya pedagang lesehan.
Langkah ini dilakukan agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa mengganggu aktivitas perdagangan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro menggelar audiensi bersama Paguyuban Pedagang Pasar Kota, Kamis (16/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas percepatan pemindahan pedagang sekaligus penegakan aturan bagi pedagang yang masih bertahan berjualan di sekitar pasar lama.
Perwakilan Paguyuban Pedagang Pasar Kota, Teguh, menilai seluruh pedagang perlu mematuhi kesepakatan relokasi demi menciptakan ketertiban.
”Pedagang lesehan masih tetap berjualan di sekitar Pasar Kota hingga saat ini. Semua perlu tertib,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro, Akhmadi, menegaskan batas akhir aktivitas pedagang lesehan di lokasi lama adalah Jumat (17/7/2026).
”Kami akan melakukan penertiban mulai Sabtu (18/7/2026) dengan pendampingan Satpol PP, Dishub, serta Paguyuban Pedagang Pasar Kota,” tegasnya.
Akhmadi juga mengimbau pedagang dan masyarakat untuk mendukung proses pengosongan area pembangunan dengan memindahkan aktivitas jual beli ke Pasar Wisata.
Relokasi dilakukan bersama unsur kecamatan, Satpol PP, Linmas, dan Polres Bojonegoro agar berlangsung aman dan tertib.
Pasar Kota Bojonegoro nantinya dibangun menjadi tiga lantai.
Lantai pertama diperuntukkan bagi pedagang basah, lantai kedua mengusung konsep semi-mal, sedangkan lantai ketiga dirancang sebagai area belanja modern dengan pemandangan sungai.
Pembangunan ini diharapkan menghadirkan pusat perdagangan yang lebih nyaman dan representatif bagi pedagang maupun masyarakat. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,