BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai mengimplementasikan tindak lanjut hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK RI tahun 2025.
Langkah tersebut menjadi fokus utama pada 2026 sebagai tahun konsolidasi sistemik untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Upaya ini juga menjadi komitmen daerah dalam memperkuat pencegahan praktik korupsi di seluruh perangkat pemerintah.
Berdasarkan laporan resmi KPK, nilai SPI Kabupaten Bojonegoro pada 2025 mencapai 72,15 atau masuk kategori rentan.
Penilaian tersebut dipengaruhi masih adanya risiko korupsi, terutama pada pengelolaan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) dan Dana Desa yang sebagian telah diproses aparat penegak hukum.
Hasil tersebut menjadi dasar evaluasi untuk memperbaiki sistem pengawasan.
Irban Pencegahan Tipikor Inspektorat Bojonegoro, Rahmat Junaidi, mengatakan hasil SPI memiliki peran penting sebagai acuan pembenahan tata kelola pemerintahan.
”SPI KPK ini intinya bermanfaat untuk memetakan risiko korupsi, mengevaluasi efektivitas upaya pencegahan korupsi, serta mendorong perbaikan tata kelola dan pelayanan publik pada suatu instansi,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Rahmat, sepanjang 2026 KPK tidak lagi melaksanakan survei SPI, melainkan memusatkan perhatian pada tindak lanjut hasil tahun sebelumnya.
Pemkab Bojonegoro pun menyusun Rencana Aksi Tindak Lanjut (RATL), memetakan titik rawan korupsi, serta memperkuat mitigasi risiko gratifikasi melalui pendampingan dan evaluasi berkala dari KPK setiap triwulan.
Ia menambahkan, strategi pengendalian korupsi dijalankan melalui pendekatan pendidikan, pencegahan, dan penindakan.
”Trisula pengendalian korupsi sebagai tiga strategi utama yang meliputi Pendidikan, Pencegahan, dan Penindakan, harapannya benar-benar dapat menekan praktik korupsi secara holistik mulai dari akar masalah hingga penegakan hukum,” pungkasnya. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,