BWBF Jadi Panggung Inklusif, Penyandang Disabilitas Bojonegoro Tunjukkan Karya Terbaik

BOJONEGOROtimes.Id – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi batik dan ekonomi kreatif, tetapi juga menghadirkan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas.

‎Melalui stand yang difasilitasi Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, mereka berkesempatan menampilkan karya dan kemampuan secara mandiri kepada masyarakat.

‎Selama pelaksanaan BWBF pada 17–20 Juni 2026, stand disabilitas menarik perhatian pengunjung.

‎Berbagai produk batik ecoprint hasil karya penyandang disabilitas dipamerkan, disertai layanan pijat tunanetra yang mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir di lokasi festival.

‎Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), Sanawi, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah.

‎”Ini menjadi kesempatan besar bagi kami untuk mandiri dan menunjukkan bahwa kami juga mampu berkarya,” ujarnya.

‎Semangat kesetaraan juga tampak di panggung fashion show Wastra Batik.

‎Putri Wahyu Lestari, penyandang tuna rungu binaan Sanggar DOT ART Ngraho, tampil percaya diri mengenakan busana batik karya desainer Agus Urip Wijianto dan mendapat sambutan hangat dari para penonton.

‎Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menegaskan bahwa partisipasi aktif penyandang disabilitas membuktikan keterbatasan fisik tidak menghalangi lahirnya karya bernilai.

‎”Kehadiran mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk melahirkan karya yang memiliki nilai estetika maupun ekonomi,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, menilai keterlibatan disabilitas dalam BWBF merupakan bentuk pemenuhan hak dan kesempatan yang setara.

‎”Mereka tidak membutuhkan belas kasihan, tetapi membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensinya,” tegasnya.

‎Melalui dukungan tersebut, BWBF 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya batik, tetapi juga memperkuat pesan inklusivitas.

‎Festival ini menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas mampu berkarya, mandiri, dan berkontribusi ketika diberikan ruang serta kesempatan yang sama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *