BOJONEGOROtimes.Id – Pendidikan karakter anak tidak dapat terbentuk secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, keteladanan, serta kerja sama antara guru dan orang tua dalam membangun kebiasaan positif sejak dini.
Hal tersebut disampaikan dalam talkshow di Malowopati FM, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (7/6/2026).
Guru sekaligus Kepala TK Dharma Wanita Kabunan, Siti Mualifah menegaskan bahwa guru TK memiliki peran penting sebagai pembentuk fondasi karakter anak.
Ia menyebut pendidik harus terlebih dahulu menjadi contoh yang baik, sebelum menanamkan nilai-nilai kepada peserta didik di sekolah.
Di TK Dharma Wanita Kabunan, pembiasaan karakter dimulai sejak pagi.
Guru dan kepala sekolah lebih dulu melakukan aktivitas ibadah dan kebersihan lingkungan.
Kemudian anak-anak mengikuti kegiatan seperti salat dhuha, hafalan doa, dan murojaah.
Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter religius secara konsisten.
Selain nilai keagamaan, anak juga dibiasakan sikap disiplin dan sopan santun seperti antre, menghormati orang lain, hingga belajar tanggung jawab sederhana.
Termasuk praktik kehidupan sehari-hari seperti menerima tamu dan menjaga kejujuran.
“Karakter anak tumbuh bertahap melalui pembiasaan dan contoh setiap hari,” ujarnya. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,