BOJONEGOROtimes.Id – Momentum Hari Kartini ke-147 tahun 2026 di Bojonegoro dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi perempuan melalui bazar UMKM.
Kegiatan bertema “Perempuan Berdaya Tanpa Perkawinan Anak” ini digelar di Halaman Pendopo Malowopati, Selasa (21/04/2026).
Subtema yang diangkat menegaskan pentingnya masa depan anak tanpa pernikahan dini.
Acara berlangsung sejak pagi dengan melibatkan berbagai pelaku usaha lokal perempuan.
Bazar menghadirkan UMKM perempuan dan kelompok UPPKA guna meningkatkan kemandirian ekonomi.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal Bojonegoro.
Partisipasi ASN turut didorong agar membeli produk UMKM sebagai bentuk dukungan nyata.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha kecil di daerah.
Salah satu pelaku UMKM, Nur dari Trucuk, mengaku merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.
Ia memproduksi olahan seperti wader, peyek udang, hingga aneka lauk dengan brand Sego Padang 88.
“Pemasaran sekarang sudah berkembang, selain di toko juga kirim ke Jakarta dan Bandung lewat paket,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kegiatan bazar seperti ini membantu produk kami semakin dikenal.”
Hal senada disampaikan Devi, pelaku UMKM asal Kapas dengan produk kue kering unggulan.
Produk nastar buatannya bahkan telah menembus pasar hingga Singapura.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus diadakan, bahkan ada voucher khusus untuk belanja UMKM,” ungkapnya.
Menurutnya, bazar menjadi peluang penting untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan penjualan.
Kegiatan ini tidak hanya mendorong ekonomi perempuan, tetapi juga menguatkan isu sosial.
Upaya pencegahan perkawinan anak menjadi bagian penting dalam kampanye yang diusung.
Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat.
Dengan begitu, UMKM Bojonegoro diharapkan semakin berkembang dan berdaya saing. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,