‎Sidak Infrastruktur, Wabup Bojonegoro Turun Langsung Pastikan Proyek BKKD Tepat Mutu

BOJONEGOROtimes.Id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek infrastruktur desa yang didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025.

‎Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana.

‎Selain itu, sidak juga bertujuan memastikan setiap tahapan pekerjaan mematuhi aturan yang berlaku.

‎Dengan turun ke lapangan, pemerintah daerah ingin memastikan hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

‎Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran lebih dari Rp700 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa.

‎Anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan konektivitas antar wilayah serta pemerataan pembangunan.

‎Harapannya, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut.

‎Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Dalam sidak tersebut, Wabup didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala PUBM, Inspektur Inspektorat, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, serta Kepala Dinas PMD.

‎Rombongan meninjau jembatan penghubung Desa Ngulanan dan Desa Ngablak, Kecamatan Dander, yang saat ini tengah dalam proses pembongkaran.

‎Jembatan tersebut direncanakan akan diperbaiki pada tahun 2026.

‎Wabup menegaskan pentingnya memastikan proyek berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.

‎“Kami akan terus melakukan pemantauan karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat. Pembangunan harus menyesuaikan kondisi alam, namun kami juga meminta konsultan dan kontraktor mampu menghadirkan inovasi untuk mencapai target,” ujar Nurul Azizah.

‎Setelah dari Dander, rombongan melanjutkan sidak ke Desa Trembes, Kecamatan Malo, untuk melihat progres pembangunan jembatan desa.

‎Dalam kunjungan tersebut, Wabup memberikan apresiasi terhadap progres pekerjaan yang dinilai berjalan baik.

‎Selain itu, kesiapan akses alternatif bagi masyarakat juga menjadi perhatian penting.

‎Hal ini dinilai mampu meminimalisir dampak pembangunan terhadap aktivitas warga sehari-hari.

‎Sidak kemudian berlanjut ke Desa Bancer, Kecamatan Ngraho, dan Desa Tengger, Kecamatan Ngasem.

‎Di dua lokasi tersebut, Wabup meninjau jalan cor beton yang telah selesai dibangun melalui program BKKD 2025.

‎Jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer di Desa Bancer disebut telah rampung tepat waktu.

‎Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

‎Wabup juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan infrastruktur sesuai dengan kapasitas yang telah direncanakan.

‎Hal ini bertujuan agar kualitas jalan tetap terjaga dan usia pakainya lebih panjang.

‎Pemerintah desa, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengelola aset tersebut.

‎Dengan pengelolaan yang baik, manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

‎“Infrastruktur ini merupakan aset desa, sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya dengan membatasi kapasitas kendaraan yang melintas agar masa pakainya bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *