BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026.
Pembukaan program tersebut digelar di Ruang Angling Dharmo Pemkab Bojonegoro, Rabu (15/4/2026), dengan dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.
Kehadiran Wabup menjadi penegasan dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola data dari level desa.
Program ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Kepala BPS Bojonegoro, Syawaludin Siregar, menjelaskan bahwa Desa Cantik merupakan program berkelanjutan yang telah berjalan sejak 2021.
Hingga 2025, tercatat sebanyak 13 desa telah mendapatkan pendampingan dan pembinaan statistik.
Pada tahun 2026, BPS kembali memperluas cakupan program ke tiga desa baru.
Ketiganya yakni Desa Rendeng Kecamatan Malo, Desa Pekuwon Kecamatan Sumberrejo, dan Desa Sonorejo Kecamatan Padangan.
Menurut Syawaludin, BPS tidak hanya fokus pada pengumpulan data, tetapi juga peningkatan kualitas tata kelola statistik desa.
Pendampingan dilakukan melalui standarisasi metadata, penguatan kapasitas aparatur desa, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor di Bojonegoro selama ini telah berjalan sangat baik.
Hal itu menjadi modal utama dalam mewujudkan ekosistem data desa yang terintegrasi.
“Program Desa Cantik bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana desa mampu menyajikan data yang valid, mutakhir, dan bisa digunakan untuk mengambil kebijakan yang tepat,” ujar Syawaludin Siregar.
Ia menambahkan, kualitas data yang baik akan mempercepat efektivitas program pembangunan.
Karena itu, keterlibatan pemerintah desa sangat dibutuhkan.
BPS pun berkomitmen mendampingi desa hingga mampu mandiri dalam pengelolaan statistik.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa data yang akurat kini menjadi kebutuhan utama di tengah tantangan global.
Menurutnya, dinamika geopolitik, ancaman perubahan iklim, dan perkembangan teknologi harus direspons dengan kebijakan berbasis fakta.
Desa sebagai ujung tombak pembangunan harus memiliki sistem data yang kuat.
Dengan begitu, setiap kebijakan dapat disusun secara lebih terukur dan efektif.
“Desa Cantik sangat penting untuk mendukung pembangunan yang presisi. Data desa yang akurat akan membantu pemerintah menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki IPM, dan menekan pengangguran,” tegas Nurul Azizah.
Ia juga mengajak seluruh desa untuk serius memanfaatkan program ini.
Sebab, data yang baik akan menentukan kualitas arah pembangunan daerah ke depan.
Kegiatan pencanangan Desa Cantik 2026 juga diisi dengan penayangan video profil desa sasaran sebagai gambaran kesiapan program.
Suasana acara semakin khidmat saat dilakukan penandatanganan piagam pencanangan sebagai simbol dimulainya program.
Penandatanganan ini menjadi komitmen bersama antara pemerintah desa, Pemkab Bojonegoro, dan BPS. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan. (Prokopim)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,