BOJONEGOROtimes.Id – DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025 pada Jumat (27/3/2026).
Agenda ini menjadi bagian dari mekanisme evaluasi atas pelaksanaan APBD selama satu tahun anggaran.
Dalam forum tersebut, DPRD menegaskan perannya dalam memastikan jalannya pemerintahan tetap sesuai dengan ketentuan.
Hadir dalam kegiatan, Bupati dan Wabup, Pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat se Kabupaten Bojonegoro, Kepala BUMD, serta para undangan lain.
Mitro’atin, sebagai perwakilan DPRD Bojonegoro menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan secara menyeluruh terhadap laporan yang disampaikan oleh kepala daerah.
Proses tersebut mencakup evaluasi capaian pembangunan serta pelaksanaan program kerja pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa DPRD menjalankan fungsi konstitusionalnya secara maksimal dalam mengawal kebijakan publik.
“DPRD telah mencermati progres pembangunan yang dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam hasil pembahasan tersebut, DPRD memberikan sejumlah catatan strategis yang dituangkan dalam keputusan resmi.
Mitro’atin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas berbagai upaya pembangunan yang telah dilakukan.
Meski demikian, DPRD tetap menekankan pentingnya perbaikan di sejumlah sektor agar hasilnya lebih optimal.
“Kami menyampaikan terima kasih sekaligus penghargaan kepada Bupati atas kerja yang telah dilakukan,” tambahnya.
Salah satu rekomendasi penting yang disampaikan DPRD adalah pembukaan kembali program beasiswa Scientis.
Program ini dinilai penting sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa berprestasi di Bojonegoro.
DPRD memandang investasi di sektor pendidikan menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia ke depan.
“Beasiswa Scientis perlu segera diaktifkan kembali sebagai bentuk apresiasi bagi generasi berprestasi,” kata Mitro’atin.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pengelolaan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) agar tidak menimbulkan persoalan hukum.
Dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum diminta tidak hanya berperan sebagai verifikator, tetapi juga melakukan pengawasan secara langsung.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai aturan.
“Pengawasan harus diperkuat agar pelaksanaan kegiatan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Permasalahan infrastruktur turut menjadi perhatian serius DPRD, terutama terkait kondisi jalan nasional yang mengalami kerusakan.
DPRD mendorong pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk penanganan lebih lanjut.
Kondisi jalan yang memburuk dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Perlu komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar penanganan jalan nasional bisa segera dilakukan,” ungkapnya.
DPRD juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kontraktor agar proyek pembangunan selesai tepat waktu.
Selain itu, peran konsultan pengawas harus dioptimalkan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Hal ini menjadi langkah preventif agar tidak terjadi keterlambatan maupun hasil pekerjaan yang tidak sesuai standar.
“Kinerja pengawasan harus ditingkatkan agar proyek berjalan tepat waktu dan berkualitas,” ujarnya.
Isu banjir di wilayah perkotaan Bojonegoro juga masuk dalam rekomendasi DPRD untuk segera ditangani secara serius.
Pemerintah daerah diminta mengambil langkah konkret guna mengurangi dampak yang kerap dirasakan masyarakat.
Selain itu, percepatan penyelesaian ganti rugi lahan Waduk Karangnongko juga menjadi perhatian.
Proyek tersebut dinilai penting sebagai solusi jangka panjang menghadapi kekeringan saat musim kemarau.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas berbagai masukan yang diberikan.
Ia menilai pandangan dan rekomendasi dewan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan pemerintah daerah.
Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas tanggapan, saran, dan dukungan yang telah disampaikan oleh DPRD,” ucapnya.
Bupati juga menegaskan bahwa seluruh masukan dari fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Ia berharap adanya titik temu dalam setiap pembahasan sehingga menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, LKPJ dan pembahasan raperda merupakan instrumen penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Masukan DPRD akan kami jadikan dasar untuk memperkuat kebijakan dan komitmen pembangunan daerah,” pungkasnya. (Az)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,