PMK Serang Ternak di Kawengan, Wabup Bojonegoro Minta Akses Peternak Luar Dibatasi

BOJONEGOROtimes – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, meninjau langsung kondisi peternak sapi yang terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Senin sore (2/2/2026).

‎Kehadiran orang nomor dua di Bojonegoro itu bertujuan memastikan penanganan PMK berjalan optimal serta meringankan beban para peternak.

‎Dalam kunjungan tersebut, Wabup Bojonegoro didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Forkopimcam Kedewan, serta Kepala Desa Kawengan.

‎Peninjauan lapangan ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak wabah ternak.

‎Sebagai langkah awal, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro melakukan deteksi dini dan investigasi epidemiologi di wilayah terdampak.

‎Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.

‎Pemeriksaan klinis terhadap ternak dilakukan secara menyeluruh disertai pendataan populasi hewan rentan.

‎Selain itu, petugas juga menelusuri sumber serta potensi penyebaran PMK guna mencegah meluasnya wabah.

‎Dalam arahannya, Wakil Bupati Nurul Azizah mengajak warga untuk tetap tabah menghadapi situasi sulit tersebut.

‎Ia menegaskan pentingnya menjaga ketenangan agar proses penanganan berjalan kondusif.

‎“Kami meminta Kapolsek dan Koramil untuk membatasi akses peternak dari luar wilayah agar tidak masuk ke lokasi ini,” ujar Nurul Azizah.

‎Menurutnya, pembatasan tersebut sangat penting untuk menekan risiko penularan dan memberikan rasa aman bagi warga setempat.

‎Wabup juga meminta para peternak agar tidak larut dalam kesedihan yang berlarut-larut.

‎Ia mengingatkan bahwa musibah merupakan ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan.

‎“Ikhlas bukan berarti menyerah, tetapi cara kita untuk bangkit dan menjadi lebih kuat,” tuturnya.

‎Pemerintah daerah, lanjut Nurul, tidak akan lepas tangan dan berkomitmen mendampingi warga hingga kondisi kembali normal.

‎Menutup arahannya, Nurul Azizah mengajak warga memanfaatkan momentum Malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak doa.

‎Ia berharap doa bersama dapat menjadi kekuatan spiritual bagi seluruh warga yang terdampak.

‎“Mari kita memohon agar musibah ini segera berlalu dan keadaan menjadi lebih baik,” katanya.

‎Wabup optimistis dengan ikhtiar bersama dan dukungan pemerintah, peternak Bojonegoro mampu bangkit dan pulih lebih kuat dari sebelumnya. (Prokopim)