‎Cegah Genangan Kota, Wabup Bojonegoro Tinjau Pemasangan Pompa Sibel Permanen

BOJONEGOROtimes.Id – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, turun langsung meninjau kesiapan pemasangan pompa air jenis sibel (submersible) permanen di sejumlah titik strategis wilayah pusat kota, Senin (12/1/2026).

‎Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam merespons potensi genangan air.

‎Terutama saat curah hujan tinggi yang selama ini kerap menghambat aktivitas masyarakat Bojonegoro.

‎Langkah ini sekaligus menjadi upaya preventif menjaga kelancaran mobilitas warga.

‎Dalam peninjauan tersebut, terdapat tiga lokasi utama yang diprioritaskan untuk pemasangan sibel permanen.

‎Yakni di depan Kantor Arsip Jalan Pattimura No. 1A Sumbang, depan SMP Islam Jalan Panglima Polim No. 38 Sumbang, serta depan Rumah Dinas Wakil Bupati di Jalan Panglima Sudirman.

‎Ketiga titik ini dinilai rawan genangan karena berada di kawasan dengan aktivitas tinggi.

‎Mulai dari pusat pemerintahan, kawasan pendidikan, hingga jalur protokol perkotaan.

‎Wabup Nurul Azizah menjelaskan bahwa pemasangan pompa sibel bukan sekadar menambah perangkat teknis.

‎Namun menjadi bagian dari strategi terpadu penanganan drainase perkotaan.

‎Pompa sibel berfungsi sebagai alat bantu mekanis untuk menyedot dan mengalirkan air secara cepat.

‎Terutama saat saluran drainase tidak mampu menampung debit air hujan ekstrem.

‎“Prinsipnya adalah percepatan pembuangan air. Ketika drainase sudah jenuh, sibel akan bekerja sebagai solusi darurat agar genangan cepat surut,” tegas Nurul Azizah.

‎Ia menambahkan, keberadaan sibel sangat penting untuk melindungi infrastruktur kota.

‎Baik jalan raya, fasilitas umum, maupun kawasan perkantoran.

‎Sehingga tidak terendam air dalam waktu lama.

‎Lebih lanjut, Wabup menyebutkan bahwa pemasangan sibel permanen membawa berbagai manfaat bagi tata kota Bojonegoro.

‎Diantaranya mempercepat surutnya genangan di ruas jalan utama dan menjaga kondisi aspal tetap awet.

‎Selain itu, pompa ini juga membantu mendukung kinerja sistem drainase yang sudah ada.

‎Sekaligus meminimalisir potensi kerugian material akibat banjir lokal.

‎“Kami ingin masyarakat tetap nyaman beraktivitas meski musim hujan. Jalan harus cepat kering, sekolah dan perkantoran tidak boleh terganggu,” pungkasnya.

‎Dengan langkah ini, Pemkab Bojonegoro berharap mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih aman dan tangguh terhadap cuaca ekstrem.

‎Serta memastikan roda ekonomi dan layanan publik tetap berjalan normal.

‎Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *