LAMONGAN — Sebanyak 275 peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan Terpusat Kodam V/Brawijaya di Kompi Produksi Kodim 0812/Lamongan, Rabu (2/9/2026).
Peserta berasal dari perwakilan Kodim dan Yonif Teritorial Pembangunan (TP) jajaran Kodam V/Brawijaya.
Kedatangan mereka disambut Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan melalui pembinaan teritorial.
Deni mengapresiasi kepercayaan pimpinan yang menunjuk Kodim 0812/Lamongan sebagai lokasi Bimtek.
Ia mengatakan kegiatan ini membekali prajurit dengan pengetahuan pertanian yang dapat diterapkan di wilayah binaan.
Materi meliputi pengelolaan lahan, diversifikasi tanaman pangan, serta pemanfaatan teknologi tepat guna.
Bekal tersebut diharapkan mampu mendukung pendampingan kelompok tani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
“Pemanfaatan Kompi Produksi sebagai pusat Bimtek menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam pengelolaan pertanian modern,” ujar Deni.
Bimtek turut dihadiri Paban III/Konsos Sterad Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, Pabandya Gulben Spaban III/Konsos Sterad Letkol Inf Hasan Dasuki, dan Pabanda Wanwil Sterdam V/Brw Kapten Inf Ali Mahmud.
Heri menekankan pentingnya peran prajurit sebagai agen perubahan bagi masyarakat petani.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh peserta harus dapat diteruskan kepada kelompok tani untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan.
Hal ini sekaligus memperkuat sinergi TNI AD dengan masyarakat di daerah.
Lamongan dipilih sebagai lokasi Bimtek karena memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga pangan Jawa Timur.
Kompi Produksi Kodim 0812/Lamongan juga dilengkapi fasilitas dan lahan percontohan untuk pembelajaran praktik.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti diskusi dan simulasi teknis pengelolaan lahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas Kompi Produksi oleh rombongan Sterad dan Sterdam V/Brawijaya. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,