‎Sedekah Bumi Sobontoro Bojonegoro Meriah, Gunungan Hasil Tani dan Oklik Jadi Simbol Budaya

BOJONEGOROtimes.Id – Warga Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, menggelar tradisi Sedekah Bumi di kawasan Sumur Mojo, Jumat (28/8/2026).

‎Kegiatan tersebut menjadi sarana mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

‎Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina, Camat Balen Adriyanto, dan Kepala Desa Sobontoro Mursim.

‎Jajaran Forkopimcam Balen juga ikut menyaksikan rangkaian tradisi yang berlangsung di tengah masyarakat tersebut.

‎Dalam kegiatan itu, warga membawa gunungan yang berisi berbagai hasil pertanian, mulai kacang, tomat, lombok hingga komoditas lainnya.

‎Gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi sekaligus menggambarkan eratnya kehidupan masyarakat dengan sektor pertanian.

‎Selain gunungan, warga juga menampilkan Seni Oklik yang menjadi salah satu kesenian khas Desa Sobontoro.

‎Kesenian tersebut turut memperkuat pesan pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

‎Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menyebut Sedekah Bumi memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat.

‎Menurutnya, terdapat tiga hal utama dalam kegiatan tersebut, yakni gunungan hasil bumi, tradisi Sedekah Bumi, dan pelestarian Seni Oklik.

‎“Gunungan menunjukkan bahwa hasil bumi masyarakat Desa Sobontoro sangat baik. Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita syukuri,” ujarnya.

‎Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanah di wilayah Sobontoro mampu menghasilkan beragam komoditas pertanian.

‎Elzadeba menambahkan, Sedekah Bumi merupakan tradisi budaya yang masih hidup dan terus dilestarikan masyarakat Bojonegoro.

‎Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas kesehatan, keselamatan, umur panjang, serta keberkahan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

‎Sementara itu, keberadaan Seni Oklik dinilai menjadi bagian penting dari kekayaan budaya yang dimiliki Desa Sobontoro.

‎“Seni Oklik merupakan salah satu kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat dan telah mendapatkan pengakuan sebagai WBTb,” jelasnya.

‎Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut merawat tradisi dan kesenian peninggalan para pendahulu.

‎Menurutnya, Sedekah Bumi, gunungan hasil pertanian, dan Seni Oklik perlu terus dikenalkan agar tetap lestari.

‎“Ini bukan hanya menjadi kebanggaan Desa Sobontoro, tetapi juga menjadi kebanggaan Kabupaten Bojonegoro secara keseluruhan,” tegas Elzadeba.

‎Dengan pelestarian tersebut, budaya lokal diharapkan tetap hidup dan memiliki tempat di tengah perubahan zaman. (*)