BOJONEGOROtimes.Id – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro yang baru, Muhammad Rohmadi, S.H., M.H., di Pendopo Malowopati, Selasa malam (18/8/2026).
Bupati menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara Pemkab Bojonegoro dengan Kejaksaan.
Setyo Wahono berharap kehadiran Kajari baru menjadi energi baru dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mencegah potensi persoalan hukum.
Ia meminta setiap persoalan yang berpotensi melanggar aturan dikomunikasikan sejak awal agar pembangunan daerah tetap berjalan optimal.
“Selamat datang di Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran Bapak menjadi energi baru bagi jajaran Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Semoga kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan yang selama ini telah terjalin dapat terus diperkuat,” kata Setyo Wahono.
Menurut Bupati, luasnya wilayah Bojonegoro yang mencakup 28 kecamatan serta 430 desa/kelurahan membutuhkan koordinasi kuat antarlembaga.
Sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dinilai penting untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan.
“Dengan kondisi Bojonegoro yang cukup luas, tentu diperlukan sinergi dan koordinasi yang kuat antara seluruh unsur pemerintahan dan lembaga penegak hukum agar pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Setyo Wahono menegaskan, kerja sama Pemkab Bojonegoro dan Kejaksaan tidak boleh sebatas hubungan formal.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang sehat, transparan, dan sesuai aturan.
“Kami ingin hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan Kejaksaan Negeri Bojonegoro tidak hanya bersifat formal dan administratif, tetapi juga menghadirkan kerja sama yang konstruktif serta solutif dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya fungsi pencegahan dalam penegakan hukum melalui pendampingan, edukasi, dan komunikasi sejak awal.
Langkah tersebut dinilai dapat meminimalkan potensi persoalan hukum dalam pelaksanaan pembangunan di daerah.
“Apabila terdapat suatu persoalan atau hal-hal yang berpotensi menyalahi aturan, kami berharap dapat dikomunikasikan sejak awal. Dengan demikian, potensi persoalan hukum dapat dicegah dan pembangunan daerah dapat terus berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kajari Bojonegoro Muhammad Rohmadi memperkenalkan diri bersama istrinya, Hasanah. Ia menyebut penugasan di Bojonegoro merupakan penugasan keempat sebagai Kajari setelah sebelumnya bertugas di sejumlah daerah, termasuk Sulawesi Selatan, Kediri, Palu, dan Kalimantan Timur.
“Saya mohon dukungan dan penerimaan dari Bapak Bupati serta seluruh pihak. Jika dalam menjalankan tugas ada kekeliruan, saya mohon ditegur dan diingatkan agar tetap berada di jalan yang benar,” ujar Rohmadi.
Rohmadi juga menyampaikan bahwa istrinya merupakan warga asli Bengkulu sehingga belum memahami bahasa Jawa, khususnya bahasa Jawa krama.
Ia berharap hal tersebut dapat dimaklumi, termasuk apabila sang istri belum banyak terlibat dalam kegiatan organisasi dan kemasyarakatan.
“Istri saya asli Bengkulu, sehingga belum memahami bahasa Jawa, terutama bahasa Jawa krama. Mohon dimaklumi apabila nantinya belum banyak terlibat dalam berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Rohmadi berharap dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar Bojonegoro serta membangun komunikasi dan kerja sama dengan seluruh unsur pemerintahan.
Ia juga berkomitmen menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat selama menjalankan tugas sebagai Kajari Bojonegoro.
“Saya berharap dapat menjalin komunikasi, kerja sama, dan hubungan yang baik dengan seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya. (Az)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,