BOJONEGOROtimes.Id – Dugaan cara penagihan yang dilakukan oknum karyawan Bank BTPN Syariah wilayah Baureno kembali menjadi perhatian.
Seorang nasabah berinisial SU, warga Desa Temu, Kecamatan Kepohbaru, mengaku mendapat perlakuan yang dinilai kurang pantas saat petugas datang menagih.
Menurut SU, dua karyawan perempuan diduga mendatangi rumahnya pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB.
Kedatangan tersebut disebut terjadi dua hari berturut-turut, yakni Kamis (13/8/2026) dan Jumat (14/8/2026), saat keluarga sedang berada di rumah.
SU mengaku suasana penagihan membuat dirinya merasa tertekan.
Ia menyebut adanya suara keras, teriakan di depan rumah, serta dugaan meja digebrak yang membuat suasana keluarga menjadi tidak nyaman dan menimbulkan kekhawatiran.
“Ini bukan soal kewajiban nasabah, tetapi cara penyampaiannya. Kalau dilakukan dengan cara yang membuat keluarga takut, tentu sangat disayangkan,” ujar SU.
Ia berharap proses penagihan dilakukan dengan komunikasi yang santun dan mengedepankan solusi.
SU juga menyebut anaknya yang masih di bawah umur merasa takut setelah melihat suasana rumah yang tegang akibat kejadian tersebut.
“Anak saya sampai takut. Rumah yang seharusnya menjadi tempat nyaman justru membuat anak merasa cemas,” ungkapnya.
SU meminta manajemen Bank BTPN Syariah mengevaluasi petugas lapangan yang bersangkutan.
Menurutnya, persoalan pembayaran seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa membuat nasabah merasa dipermalukan atau tertekan.
“Nasabah bukan untuk dipermalukan. Kalau ada masalah pembayaran, mari diselesaikan dengan cara yang bijak dan manusiawi,” tegas SU.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank BTPN Syariah wilayah Baureno belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan tersebut.
Redaksi masih berupaya memperoleh tanggapan dari pihak bank untuk memastikan pemberitaan tetap berimbang. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,