BOJONEGOROtimes.Id – Suasana sore di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (9/8/2026), tampak berbeda.
Jembatan Brang Etan yang menjadi sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kini hampir rampung.
Progres pembangunannya telah mencapai sekitar 95 persen.
Jembatan tersebut kini sudah dapat dilalui warga, meski Satgas TMMD bersama masyarakat masih menyelesaikan tahap akhir.
Pekerjaan yang tersisa berupa pengecatan pagar pembatas di sisi kanan dan kiri jembatan.
Kehadiran akses baru ini membuat mobilitas warga menjadi lebih mudah dan nyaman.
Manfaat jembatan juga terasa bagi anak-anak yang setiap sore berangkat mengaji.
Santri cilik dengan sepeda mereka tampak melintas menuju mushola maupun tempat pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Kondisi ini membuat orang tua merasa lebih tenang ketika anak-anak beraktivitas.
Salah seorang warga RT 004/RW 001 Desa Kesongo, Sri Purnami, mengaku bersyukur dengan hadirnya jembatan beton tersebut.
Menurutnya, akses yang lebih baik sangat membantu ketika mengantarkan anak mengikuti kegiatan mengaji setiap sore.
“Sekarang sudah bisa dilewati. Saya kalau mengantar anak mengaji lewat sini jadi lebih mudah dan tenang,” ujar Sri.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, turut mengapresiasi pembangunan yang dilakukan Satgas TMMD ke-129.
Ia menyebut Jembatan Brang Etan menjadi akses penting yang telah lama diharapkan masyarakat karena menunjang mobilitas hingga kegiatan ekonomi dan keagamaan.
“Pengerjaan jembatan sudah mendekati tahap akhir. Tinggal pengecatan pagar pembatas kanan dan kiri. Kami berharap segera rampung sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara maksimal,” kata Kusnadi.
Kusnadi juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tersebut.
Ia menilai jembatan ini memberikan dampak nyata bagi aktivitas warga, termasuk memudahkan anak-anak menuju tempat pengajian.
Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto selaku Dansatgas TMMD ke-129 mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat pedesaan.
“Setelah jembatan ini selesai, kami berharap masyarakat Desa Kesongo dan sekitarnya dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun.
Menurutnya, infrastruktur akan memberikan manfaat dalam jangka panjang apabila digunakan secara bertanggung jawab dan dirawat bersama.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun kembali rusak dan mengganggu aktivitas warga,” pungkasnya.
Jembatan Brang Etan kini bukan sekadar penghubung antarwilayah di Desa Kesongo.
Infrastruktur tersebut menjadi gambaran nyata kolaborasi TNI dan masyarakat dalam membuka akses, memperlancar aktivitas warga, sekaligus memberikan ruang yang lebih aman bagi anak-anak menuju tempat menuntut ilmu. (*)













Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,