‎Dua Kepala SMP di Lamongan Bangun Kemitraan dengan Jurnalis, Tegaskan Tak Ada Sekat Antar Media

LAMONGAN – Kemitraan antara dunia pendidikan dan jurnalis di Kabupaten Lamongan memasuki babak baru.

‎Dua kepala sekolah menengah pertama (SMP) negeri menunjukkan komitmennya membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh media tanpa membedakan latar belakang organisasi, sebagai langkah memperkuat transparansi dan penyebaran informasi pendidikan.

‎Komitmen tersebut diwujudkan Kepala SMPN 1 Turi Harto dan Kepala SMPN 2 Lamongan Sujarno melalui kegiatan Ngopi Bareng bersama para jurnalis di Cafe D’Kota Lamongan, Selasa (28/7/2026).

‎Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ruang dialog untuk mempererat sinergi antara sekolah dan insan pers.

‎Kepala SMPN 2 Lamongan, Sujarno, menegaskan bahwa seluruh media memiliki kedudukan yang sama selama menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

‎”Kami tidak ingin membedakan media berdasarkan organisasi. Selama bekerja sesuai kaidah jurnalistik, semuanya adalah mitra sekolah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

‎Menurut Sujarno, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang akuntabel.

‎”Kami berharap rekan-rekan media terus menyajikan pemberitaan yang akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia pendidikan,” tambahnya.

‎Hal senada disampaikan Kepala SMPN 1 Turi, Harto, yang menilai media memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara sekolah dan masyarakat.

‎”Kami ingin membangun kemitraan dengan seluruh jurnalis tanpa sekat. Kolaborasi yang baik akan memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan dan masa depan generasi muda Lamongan,” katanya.

‎Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan jurnalis.

‎Salahsatu wartawan, Solichan, menilai inisiatif dua kepala sekolah itu menjadi contoh baik dalam membangun hubungan yang setara antara institusi pendidikan dan media.

‎”Bagi kami, kualitas jurnalis tidak diukur dari organisasi yang diikuti, melainkan dari integritas, kepatuhan terhadap kode etik, dan karya jurnalistik yang dihasilkan. Sinergi seperti ini diharapkan terus terjalin demi kemajuan pendidikan di Lamongan,” tegas Solichan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed