‎Pemkab Bojonegoro Optimalkan Website dan Media Sosial OPD, Wabup Tekankan Respons Cepat

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengoptimalkan pengelolaan website dan media sosial sebagai sarana pelayanan informasi publik.

‎Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Website dan Media Sosial OPD yang digelar di Ruang Angling Dharma, Senin (29/6/2026).

‎Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan pemerintah harus hadir menjawab kebutuhan informasi masyarakat, terutama melalui kanal digital yang kini menjadi media komunikasi utama.

‎Menurutnya, kecepatan dan ketepatan informasi menjadi bagian penting dari pelayanan publik.

‎”Masyarakat butuh informasi yang tepat dan akurat,” kata Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.

‎Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bojonegoro Setiyo Budi Wibowo menjelaskan, website dan media sosial OPD memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

‎Karena itu, penyebaran informasi program pemerintah harus dilakukan secara aktif, masif, dan akurat.

‎Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Machmuddin mengingatkan setiap OPD telah memiliki website dan media sosial yang terintegrasi dengan Dinas Kominfo.

‎Ia juga menyarankan pembaruan konten dilakukan secara rutin, khususnya setiap Selasa dan Jumat.

‎”Informasi yang masuk melalui media sosial harus diikuti penyajian informasi, respons tindakan, serta menjadi bahan penyusunan regulasi,” ujar Machmuddin.

‎Sekretaris Daerah Bojonegoro Edi Susanto menambahkan, publikasi kegiatan OPD merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.

‎Ia meminta seluruh perangkat daerah aktif menyampaikan program dan kegiatannya, sekaligus membuka ruang masukan dari masyarakat.

‎”Minimal dua kali seminggu publikasi konten informatif terkait program kegiatan masing-masing,” tegas Edi Susanto.

‎Menurut Sekda, pengelolaan media sosial perlu ditata lebih terstruktur, mulai dari jadwal unggahan, jenis konten, hingga respons terhadap komentar masyarakat.

‎Peningkatan kemampuan pengelola dan koordinasi antar-OPD juga menjadi langkah penting untuk memperkuat pelayanan informasi publik di Bojonegoro. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *