‎Tragis di Kedungadem Bojonegoro, Pemotor Tewas Usai Tabrakan Saat Salip Truk

BOJONEGOROtimes.Id – Kecelakaan lalu lintas yang berujung maut terjadi di Jalan PUK Dusun Tumpang, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu malam (19/4/2026).

‎Peristiwa ini melibatkan dua sepeda motor yang bertabrakan di jalur dua arah.

‎Insiden tersebut mengakibatkan satu pengendara meninggal dunia di lokasi kejadian.

‎Kejadian ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berada di lokasi.

‎Peristiwa tragis tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB.

‎Laporan kejadian segera diteruskan ke Polsek Kedungadem, Polres Bojonegoro.

‎Petugas menerima laporan kurang lebih 10 menit setelah kejadian terjadi.

‎Selanjutnya, aparat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

‎Dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Honda CB dengan nomor polisi S 4501 YW.

‎Satu kendaraan lainnya yakni Honda Revo bernomor polisi S AG 3320 ABE.

‎Keduanya mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan keras.

‎Barang bukti kendaraan telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

‎Korban meninggal dunia diketahui bernama Zulfika Ali Syabana (22).

‎Ia merupakan warga Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

‎Korban mengalami luka berat di bagian kepala saat kejadian berlangsung.

‎Nyawanya tidak dapat diselamatkan dan meninggal di tempat kejadian perkara.

‎Sementara itu, pengendara Honda CB diketahui bernama Reyhanata Ramadani S A (16).

‎Ia merupakan seorang pelajar asal Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

‎Remaja tersebut turut terlibat dalam insiden tabrakan tersebut.

‎Kondisinya saat ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

‎Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, menjelaskan kronologi kejadian.

‎“Sepeda motor Honda CB melaju dari arah timur ke barat,” ujarnya.

‎Pada saat yang sama, dari arah berlawanan melaju Honda Revo yang dikendarai korban.

‎Kedua kendaraan kemudian bertemu di satu titik jalan tersebut.

‎Menurut keterangan polisi, sebelum tabrakan terjadi korban diduga mencoba menyalip truk.

‎“Korban diduga hendak mendahului kendaraan truk yang belum diketahui identitasnya,” jelasnya.

‎Namun, jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan dari arah berlawanan membuat tabrakan tak terhindarkan.

‎Benturan keras pun terjadi di ruas jalan tersebut.

‎Akibat benturan tersebut, korban terjatuh dan mengalami luka fatal.

‎Kejadian berlangsung cepat sehingga tidak sempat dihindari kedua pengendara.

‎Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan.

‎Namun, kondisi korban sudah tidak dapat diselamatkan.

‎Saksi mata Samiyono (60), warga Dusun Tumpang, membenarkan kejadian tersebut.

‎Ia menyebut kecelakaan terjadi dalam hitungan detik.

‎“Semua terjadi sangat cepat, tiba-tiba sudah terdengar benturan keras,” ungkapnya.

‎Hal senada juga disampaikan Agus (36), warga Dusun Ngaglik.

‎Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Bojonegoro.

‎Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.

‎Termasuk menelusuri keberadaan kendaraan truk yang diduga terlibat dalam kronologi.

‎Pihak kepolisian juga mengumpulkan keterangan dari para saksi.

‎Ipda Septian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati.

‎“Pengendara diharapkan tidak gegabah saat melakukan manuver menyalip,” pesannya.

‎Terutama di jalur dua arah dengan kondisi pandangan terbatas.

‎Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas utama bagi semua pengguna jalan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *