‎Sidak Jalan BKKD Ngampal, Wabup Bojonegoro Perintahkan Bongkar Total Proyek Rp2 Miliar

BOJONEGOROtimes.Id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek jalan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Jumat (27/2/2026).

‎Sidak dilakukan bersama jajaran OPD terkait sebagai bentuk pengawasan langsung pembangunan infrastruktur desa.

‎Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab dalam menjaga mutu proyek yang bersumber dari anggaran negara.

‎Pengawasan dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kualitas jalan.

‎Dalam pengecekan lapangan, tim menemukan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada pekerjaan jalan sepanjang 1.180 meter tersebut.

‎Ketebalan aspal yang terpasang hanya sekitar 5 hingga 6 sentimeter dan kondisi lapisan pondasi dasar dinilai kurang kuat.

‎Di beberapa titik bahkan terlihat kerusakan yang berpotensi memperpendek usia jalan.

‎Proyek ini diketahui menelan anggaran kurang lebih Rp2 miliar.

‎Wabup Nurul Azizah menegaskan tidak ada toleransi terhadap pekerjaan yang tidak sesuai standar.

‎“Kami tidak akan membiarkan proyek dikerjakan asal jadi, apalagi menggunakan anggaran yang nilainya besar. Kualitas harus sesuai RAB dan spesifikasi teknis,” tegasnya di lokasi.

‎Ia menekankan bahwa setiap proyek wajib memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, langkah tegas langsung diambil.

‎Berdasarkan rekomendasi Inspektorat Bojonegoro bersama tim monitoring gabungan, proyek tersebut diputuskan untuk dibongkar total.

‎Material pondasi yang dinilai tidak layak harus dikeruk dan diganti baru.

‎Kontraktor diwajibkan membangun ulang dari awal sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Pengawasan akan diperketat hingga proses pengerjaan ulang selesai.

‎Kepala Desa Ngampal Budiyanto menyampaikan bahwa pihak kontraktor telah menyatakan kesiapan memperbaiki pekerjaan.

‎“Kontraktor siap melaksanakan perbaikan sesuai arahan tim monitoring dalam waktu dekat,” ujarnya.

‎Tim monitoring terdiri dari Inspektorat, Dinas PU Bina Marga, serta Camat Sumberrejo.

‎Pemkab memastikan evaluasi serupa akan diterapkan pada seluruh proyek BKKD di Bojonegoro.

‎Langkah pembongkaran total ini menjadi bukti respons cepat pemerintah daerah terhadap aspirasi warga.

‎Pemkab Bojonegoro berkomitmen memperketat pengawasan agar anggaran desa benar-benar menghasilkan infrastruktur berkualitas.

‎Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

‎Pemerintah berharap pembangunan yang baik mampu mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed