BOJONEGOROtimes.Id – Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro diperingati melalui agenda bertajuk Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan.
Mengusung tema “Merajut Kebersamaan Membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur, Membanggakan”, kegiatan berlangsung di Pendopo Malowopati.
Momentum ini digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadhan pada Jumat, 20 Februari 2026.
Sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi turut mewarnai peringatan tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan Bazar UMKM Bahagia di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel.
Sebanyak 75 stan berdiri memeriahkan bazar Ramadhan yang melibatkan 215 pelaku usaha lokal.
Produk kuliner, fesyen hingga kerajinan tangan menghiasi area bazar yang ramai pengunjung.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Nuansa religius terasa saat lantunan selawat mengawali prosesi utama di Pendopo Malowopati.
Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan santunan secara simbolis.
Penerima bantuan meliputi penyandang disabilitas, lansia, anak yatim, marbot masjid, penggali kubur hingga tukang becak.
Aksi sosial tersebut menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan.
Ia menilai dukungan Forkopimda, DPRD, tokoh agama serta masyarakat sangat menentukan stabilitas pembangunan.
Menurutnya, tahun pertama merupakan tahapan penting dalam merumuskan fondasi kebijakan.
“Tahun pertama ini adalah fase penataan arah kebijakan sesuai visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD,” ujarnya.
Bupati menjelaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat sistem pemerintahan dan membangun budaya kerja baru.
Transformasi pola pikir di lingkungan birokrasi menjadi prioritas agar pelayanan publik semakin responsif.
Ia mendorong komunikasi lintas OPD agar lebih terbuka dan kolaboratif.
“Kami ingin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan benar-benar hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal kewenangan, tetapi komitmen untuk terus belajar.
Menurutnya, kebijakan yang baik lahir dari proses mendengar aspirasi publik.
Semua program pembangunan, lanjutnya, harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga.
“Kepemimpinan yang kuat adalah yang mampu mendengar dan bergerak bersama rakyat,” tambahnya.
Secara khusus, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati atas soliditas selama satu tahun terakhir.
Sinergi yang terjalin dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah.
Kebersamaan tersebut diyakini akan mempercepat realisasi program prioritas pembangunan.
Harmonisasi kepemimpinan menjadi kunci keberhasilan roda pemerintahan.
Acara refleksi ini dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Staf Ahli, serta para Kepala OPD.
Selain itu, camat dan kepala desa se-Kabupaten Bojonegoro turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan.
Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga memberikan dukungan moral dalam agenda tersebut.
Kehadiran berbagai unsur memperlihatkan kuatnya kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin pemuka agama setempat.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh tamu undangan mengikuti buka puasa bersama.
Salat Maghrib berjamaah menjadi penutup rangkaian refleksi satu tahun kepemimpinan.
Momentum ini mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat Bojonegoro. (Prokopim)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,