LAMONGAN – Warga Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, dikejutkan dengan penemuan sejumlah munisi dan sebuah granat tangan yang diduga merupakan sisa perlengkapan militer, Selasa (3/11/2026).
Temuan benda berbahaya tersebut langsung ditindaklanjuti aparat gabungan TNI-Polri.
Petugas Koramil 0812/07 Bluluk dan Polsek Bluluk mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan guna mencegah potensi bahaya bagi masyarakat.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 09.15 WIB saat Susilo bersama warga melakukan kerja bakti memotong pohon di pinggir jalan.
Kayu hasil pemotongan rencananya digunakan untuk pembangunan fasilitas ibadah di mushola setempat.
Sekitar pukul 09.30 WIB, warga menemukan sejumlah munisi dan satu granat tangan saat membersihkan area bekas pembakaran sampah.
Mengetahui adanya benda yang diduga bahan peledak, warga segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat berwenang.
Sekitar pukul 10.00 WIB, personel TNI dan Polri tiba di lokasi.
Petugas kemudian memasang garis polisi, membatasi akses warga, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak dan segera melaporkannya kepada pihak berwajib.
Diketahui, lahan tempat ditemukannya benda berbahaya itu merupakan milik Tarisan (70), warga Dusun Sumbergondang, Desa Sumberbanjar, Kecamatan Bluluk.
Berkat respons cepat aparat dan laporan warga, situasi di sekitar lokasi berhasil dikendalikan.
Masyarakat diminta tetap waspada serta tidak mendekati benda mencurigakan demi menjaga keselamatan bersama. (*)










