BOJONEGOROtimes.Id – Produksi padi Kabupaten Bojonegoro meningkat dari 710.000 ton menjadi 886.000 ton pada 2026.
Capaian tersebut mengantarkan Bojonegoro naik ke peringkat kedua daerah penghasil padi di Jawa Timur, melampaui Ngawi.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Nurul Azizah saat menutup Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (18/10/2026).
Festival yang menjadi rangkaian Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 itu digelar untuk mendorong kemajuan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Pemkab Bojonegoro juga menargetkan daerah ini mampu menyamai capaian Kabupaten Indramayu sebagai salah satu sentra produksi padi nasional pada 2029.
“Pak Bupati sangat memperhatikan sektor pertanian. Harapannya, petani Bojonegoro semakin jaya dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan sinergi dan dukungan dari seluruh pihak,” ujar Nurul Azizah.
Ia menegaskan, sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan daerah di tengah penyesuaian anggaran.
Pemerintah juga memfokuskan perhatian pada bidang kesehatan dan infrastruktur agar pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani menjelaskan, Gutanbo Fest merupakan pengembangan kegiatan Fun Farmers Day yang rutin digelar sejak 2022.
Kini, kegiatan dipusatkan di Alun-Alun Bojonegoro agar edukasi dan informasi pertanian menjangkau masyarakat lebih luas.
Festival tahun ini menghadirkan pameran produk dan teknologi pertanian, seminar pertanian modern untuk generasi Z, edukasi pertanian ramah lingkungan, serta matching product yang mempertemukan petani dengan pelaku usaha.
Kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang inovasi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk pertanian lokal.
“Melalui festival ini, kami ingin menambah informasi dan wawasan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani. Kami berharap Gutanbo Fest dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan dampak yang semakin luas bagi pembangunan pertanian Bojonegoro,” jelas Zaenal Fanani.
Melalui Gutanbo Fest 2026, Pemkab Bojonegoro mendorong kolaborasi pemerintah, petani, peneliti, dan pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Upaya ini diharapkan memperkuat posisi Bojonegoro sebagai daerah penyangga pangan yang berdaya saing di Jawa Timur maupun tingkat nasional. (*)












