BOJONEGOROtimes.Id — Peran ulama dinilai semakin penting dalam menjaga ketenteraman dan membangun karakter masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah meminta pengurus MUI Kecamatan yang baru dikukuhkan tidak hanya aktif dalam urusan keagamaan, tetapi juga ikut mengawal kehidupan sosial masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Nurul Azizah saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro di Ruang Angling Dharma, Sabtu (5/9/2026).
Prosesi pengukuhan dipimpin Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro dan dihadiri Forkopimda, OPD terkait, serta para tokoh agama.
Nurul Azizah menegaskan, ulama memiliki posisi strategis sebagai salah satu kekuatan penting dalam menciptakan suasana daerah yang aman, damai, dan kondusif.
Karena itu, sinergi antara ulama, pemerintah, dan aparat keamanan perlu terus diperkuat.
“Pengurus MUI Kecamatan adalah cermin suksesnya Kabupaten Bojonegoro dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Kebersamaan dan integritas antara ulama, umara, serta aparat keamanan akan mewujudkan Bojonegoro yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Nurul Azizah.
Ia berharap kepengurusan baru mampu mengoptimalkan fungsi MUI sebagai pembimbing umat, pemberi fatwa, sekaligus penghubung antara ulama dan pemerintah.
Peran tersebut juga diharapkan menyentuh pembinaan generasi muda dan berbagai persoalan sosial yang berkembang di masing-masing wilayah.
Penguatan tata kelola organisasi turut menjadi perhatian melalui peluncuran situs resmi muibojonegoro.or.id serta sosialisasi buku panduan kerja.
Pemkab Bojonegoro juga mendorong pengurus MUI Kecamatan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dengan kepengurusan baru ini, sinergi Pemkab Bojonegoro, MUI, Forkopimda, dan OPD diharapkan semakin solid.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengawal pembangunan sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai keagamaan dan kemaslahatan umat. (Prokopim)


