BOJONEGOROtimes.Id — Tiga siswa asal Bojonegoro mendapat penghargaan setelah menorehkan prestasi sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional dan Provinsi Jawa Timur 2026.
Penghargaan diberikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat apel rutin di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (2/9/2026).
Ketiga pelajar tersebut yakni Reihan Nifan Arkana yang bertugas sebagai Paskibraka Nasional 2026.
Dua lainnya, Wiraditya Damar Satria dan Sandya Dewi Janitra, menjadi bagian Paskibraka Provinsi Jawa Timur.
Ketiganya merupakan siswa SMAN Taruna 2 Pamong Praja Jawa Timur.
Bupati Setyo Wahono mengapresiasi capaian tersebut.
Ia menilai prestasi ketiga siswa bukan hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga dapat memacu pelajar lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Bojonegoro.
“Selamat untuk para siswa yang berprestasi, kami bangga dengan capaian ini,” ujar Wahono.
Reihan tercatat menjadi salah satu dari 76 Paskibraka yang bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara.
Ia berhasil terpilih dari total 119.441 pendaftar Paskibraka nasional tahun 2026.
Sementara itu, Wiraditya juga memiliki prestasi di bidang olahraga, khususnya bola voli.
Ia pernah memperkuat tim dalam Kejuaraan Nasional U-18 di Jakarta pada Mei 2026.
Sedangkan Sandya Dewi Janitra dipercaya menjadi Komandan Pasukan Paskibraka Provinsi Jawa Timur 2026.
Selain memberikan penghargaan, Bupati Wahono menyampaikan pesan kepada seluruh ASN yang mengikuti apel.
Ia meminta aparatur terus meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi antar-OPD, serta memastikan pelayanan publik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wahono menegaskan setiap masukan dari masyarakat harus dijawab dengan tindakan dan solusi, bukan sikap defensif.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari target yang tercapai atau besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan warga.
“Apakah anggaran yang sudah dikeluarkan bisa memberikan manfaat atau menambah manfaat, itu yang lebih penting,” tegasnya.
Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan.
Keberhasilan tidak cukup diukur dari panjang jalan yang dibangun, tetapi sejauh mana infrastruktur tersebut memudahkan aktivitas masyarakat.
Hal serupa berlaku pada program pemberdayaan, yang harus mampu mendorong UMKM berkembang dan naik kelas. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,