BOJONEGOROtimes.Id – Kericuhan mewarnai Putra Bangsa Cup II 2026 di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Kamis (20/8/2026).
Pertandingan Tunas Sakti Pejambon kontra Karangdowo bahkan terhenti saat laga baru berjalan sekitar 15 menit.
Kericuhan disebut bermula setelah pemain Tunas Sakti Pejambon, Nasrul, mengalami insiden pemukulan.
Situasi kemudian memanas setelah keputusan perangkat pertandingan dinilai sejumlah pihak kurang cepat dan tegas dalam merespons kejadian tersebut.
Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan juga ikut menjadi sorotan.
Teknologi tersebut dinilai seharusnya dapat membantu perangkat pertandingan mengambil keputusan lebih objektif ketika terjadi insiden penting di lapangan.
Selain kericuhan, muncul pula dugaan praktik perjudian serta isu adanya pihak tertentu yang berupaya memengaruhi jalannya pertandingan.
Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan yang beredar di masyarakat dan membutuhkan pembuktian serta klarifikasi dari pihak terkait.
Warga juga menyoroti minimnya imbauan terbuka mengenai larangan perjudian di sekitar lokasi pertandingan.
Panitia dinilai perlu menegaskan sejak awal bahwa turnamen merupakan wadah olahraga, pembinaan pemain, dan hiburan masyarakat.
“Turnamen tarkam harusnya jadi hiburan dan pembinaan. Jangan sampai jadi ajang taruhan yang merusak mental pemain dan suporter,” ujar salah seorang warga, Sholeh.
Pemerhati sepak bola, Bambang, mendorong ASKAB PSSI Bojonegoro melakukan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi dinilai perlu mencakup kinerja perangkat pertandingan, penggunaan VAR, keamanan, hingga upaya menjaga integritas kompetisi.
Masyarakat berharap seluruh dugaan yang muncul dapat segera diklarifikasi secara terbuka.
Jika nantinya ditemukan pelanggaran, langkah tegas diharapkan dapat diambil agar turnamen sepak bola tingkat desa tetap menjunjung sportivitas dan fair play.
Hingga berita ini ditulis, dugaan perjudian, pengaturan pertandingan, maupun pemberian uang kepada perangkat pertandingan belum terverifikasi.
Karena itu, kepastian mengenai persoalan tersebut masih menunggu klarifikasi dari panitia, ASKAB PSSI Bojonegoro, serta pihak berwenang. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,