BOJONEGOROtimes.Id – Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, terus mengembangkan potensi budaya lokal melalui Batik Lelaku Sulur Wungu.
Motif batik tersebut terinspirasi tanaman uwi ungu yang menjadi salah satu tanaman khas wilayah setempat.
Pengembangannya dilakukan Pemerintah Desa Margomulyo bersama mahasiswa KKN PINTAR Unugiri 2026 Kelompok 39.
Langkah tersebut diperkuat melalui pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) atas karya Adinda Putri Febri Susanti.
Mahasiswa KKN PINTAR Unugiri, Sandrianto, mengatakan Batik Lelaku Sulur Wungu tidak sekadar mengangkat bentuk tanaman uwi ungu.
Motif tersebut juga memuat nilai pitutur luhur masyarakat Samin yang berkembang di Margomulyo.
Di antaranya nilai sabar, trokal, narimo, serta ora iri, drengki, srei, lan dahwen.
Filosofi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya yang dibawa melalui motif batik.
Nama Lelaku Sulur Wungu menggambarkan perjalanan tanaman uwi sejak ditanam, dirawat hingga menghasilkan panen.
Sulur yang terus merambat menjadi simbol trokal, yakni semangat untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah.
Daun melambangkan pertumbuhan, sedangkan motif uwi yang dibelah mengandung pesan tentang kesabaran dalam menjalani proses.
Sementara hasil panen menjadi gambaran nilai narimo, yakni menerima dan mensyukuri hasil yang diperoleh.
Motif uwi berbentuk ceplok menggambarkan umbi yang tumbuh di dalam tanah sekaligus kemampuan tanaman beradaptasi dengan lingkungan.
Adapun ornamen rumput melambangkan kehidupan yang dapat tumbuh berdampingan tanpa saling merugikan.
Makna tersebut berkaitan dengan pitutur Samin, ora iri, drengki, srei, lan dahwen, atau tidak iri, dengki, dan menyebarkan fitnah.
Keseluruhan unsur menjadikan batik tersebut memiliki nilai estetika sekaligus pesan kehidupan.
Sandrianto menjelaskan, proses pencatatan HaKI diawali observasi terhadap tanaman uwi ungu dan wawancara dengan sesepuh Samin.
Mahasiswa kemudian membuat sejumlah alternatif desain sebelum dilakukan pemilihan, revisi, serta penguatan filosofi motif.
Setelah konsep dinilai sesuai, motif dikembangkan hingga masuk tahap produksi batik.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga karya sekaligus memperkuat potensi budaya Desa Margomulyo.
Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan (HaKI) dilakukan dalam rangkaian Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 80 dan 81 meter.
Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Jepang, Kecamatan Margomulyo, untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengembangan Batik Lelaku Sulur Wungu mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah kecamatan.
Karya lokal tersebut diharapkan semakin dikenal sebagai bagian dari identitas budaya Margomulyo.
Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono mengapresiasi kontribusi KKN PINTAR Unugiri 2026 Kelompok 39 dalam mengembangkan potensi desa.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan program KKN, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi budaya dan ekonomi masyarakat.
“Harapannya, Batik Lelaku Sulur Wungu ini dapat terus dikembangkan, dikenalkan lebih luas, dan menjadi identitas serta kebanggaan masyarakat Margomulyo,” pungkasnya. (*)














Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,