BOJONEGOROtimes.Id – TP PKK Kabupaten Bojonegoro menggelar kunjungan kerja terpadu di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendampingan program PKK hingga tingkat desa dan keluarga.
Sejumlah program prioritas turut disosialisasikan, mulai dari Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI), pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga program hasil Rakernas PKK.
Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengatakan kunjungan tersebut difokuskan untuk memastikan hasil Rakernas PKK dapat diterapkan di tingkat desa dan keluarga.
Menurutnya, pelaksanaan program harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta didukung pendataan yang baik.
“Apa yang sudah dihasilkan dari Rakernas, harapannya sampai ke tingkat desa dan keluarga,” ujar Cantika.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan tertib administrasi dalam menjalankan berbagai kegiatan PKK.
Program GAYATRI menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan tersebut.
Cantika berharap pengembangan ayam petelur di tingkat keluarga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Pengembangan GAYATRI, setiap rumah harus punya ayam petelur sendiri,” tegasnya.
TP PKK juga mendorong strategi penyediaan pakan dengan harga terjangkau agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain GAYATRI, TP PKK Bojonegoro turut mendorong percepatan pengentasan Anak Tidak Sekolah.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong wajib belajar selama 13 tahun.
Program lainnya mencakup percepatan penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, pendidikan, perlindungan anak, serta pemberdayaan masyarakat.
Seluruh kegiatan diarahkan agar berbasis data dan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan diberikan kepada sejumlah sasaran, di antaranya ibu hamil KEK dan risiko tinggi, balita dengan gizi kurang, lansia sebatang kara, serta remaja Gerimis Madu.
Bantuan tersebut diharapkan mendukung peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Ngelo, Ngatini Tri Mulyono, menyebut Desa Ngelo merupakan desa mandiri dengan mayoritas warga bekerja sebagai petani.
“Kami bergotong royong dalam bercocok tanam. Kami juga mendukung wajib belajar,” ungkapnya.
Desa Ngelo juga mengembangkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam TOGA, sayuran, dan buah-buahan.
Di bidang pendidikan, tersedia sejumlah layanan PAUD dan TK bagi masyarakat.
Untuk sektor kesehatan, Posyandu di Desa Ngelo telah mencakup enam SPM dengan sasaran 42 balita, 76 remaja, dan 150 lansia.
Saat ini terdapat satu anak stunting yang disebut berkaitan dengan kondisi kelahiran prematur. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,