BOJONEGORO Times.Id– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bojonegoro resmi berakhir setelah berlangsung selama 30 hari, sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Upacara penutupan digelar di Lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Kamis (13/8/2026), sebagai penanda berakhirnya rangkaian program pembangunan dan kegiatan sosial yang dipusatkan di Desa Kesongo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.
Penutupan TMMD sekaligus menjadi momentum untuk menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah tumbuh selama pelaksanaan program. Seluruh pihak yang terlibat diharapkan terus melanjutkan kolaborasi dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Dalam amanatnya, Inspektur Upacara Brigjen TNI Zainul Bahar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan TMMD ke-129. Dukungan dan sinergi tersebut membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses.
Zainul menegaskan, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhir pula semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan yang telah terbangun selama pelaksanaan program harus terus dipelihara dan dikembangkan.
“Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dan rakyat harus terus dipertahankan. TNI harus selalu hadir untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga dan memelihara berbagai hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui program TMMD. Infrastruktur dan fasilitas yang dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan, mendukung aktivitas warga, serta turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-129 tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga berbagai kegiatan nonfisik dan program pemberdayaan masyarakat. Sejumlah program unggulan TNI Angkatan Darat turut direalisasikan, antara lain ketahanan pangan melalui pengembangan lahan pertanian seluas satu hektare, penyediaan air bersih di lima titik, rehabilitasi lima rumah tidak layak huni, serta pembangunan lima unit MCK.
Seluruh sasaran fisik dan nonfisik TMMD ke-129 di Desa Kesongo dilaporkan telah rampung 100 persen sebelum program resmi ditutup.
Secara resmi, TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 dinyatakan ditutup pada Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 09.41 WIB.
“Dengan mengucap syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 09.41 WIB, TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Zainul saat menutup kegiatan.
Berakhirnya program TMMD di Bojonegoro diharapkan tidak menghentikan semangat pembangunan desa. Sinergi lintas sektor, partisipasi masyarakat, serta kepedulian untuk merawat hasil pembangunan menjadi modal penting agar manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.
Penutupan TMMD ke-129 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan akan lebih kuat ketika dilakukan melalui kebersamaan. Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.(Dj)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,