BOJONEGOROtimes.Id – Kondisi Sungai Pacal di Desa Kabunan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan warga.
Air sungai dilaporkan berubah keruh dan gelap, disertai bau tidak sedap serta munculnya buih.
Kondisi itu diduga berkaitan dengan aktivitas usaha tahu di sekitar bantaran sungai.
Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan uji laboratorium.
Sorotan warga kini tertuju kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro.
Sebab, lebih dari 2×24 jam setelah konfirmasi disampaikan pada Senin (10/8/2026), belum ada tanggapan resmi dari instansi tersebut.
Konfirmasi mencakup kondisi sungai, hasil uji kualitas air, perizinan usaha, serta langkah pengawasan.
Hingga Rabu (12/8/2026), jawaban resmi belum diterima awak media.
Aktivis publik Bambang meminta pemerintah segera turun tangan memastikan kondisi Sungai Pacal.
Ia khawatir kualitas air yang terus memburuk dapat berdampak terhadap ekosistem dan aktivitas masyarakat sekitar.
“Kalau dibiarkan terus, nanti ikannya mati semua, sawah juga rusak. Kami butuh kepastian dari DLH,” ujar Bambang, Rabu (12/8/2026).
Menurut Bambang, dugaan pembuangan limbah cair dari industri tahu perlu segera diperiksa.
Limbah dengan kandungan bahan organik tinggi berpotensi memengaruhi kualitas perairan apabila tidak dikelola secara baik.
Pemeriksaan dapat mencakup parameter BOD, COD, dan TSS.
Meski demikian, kepastian penyebab pencemaran tetap membutuhkan pengambilan sampel dan pemeriksaan laboratorium.
Warga dan aktivis meminta DLH melakukan pengecekan langsung ke lokasi, termasuk mengambil sampel air Sungai Pacal.
Pemerintah juga didorong memeriksa sumber dugaan limbah serta sistem pengelolaannya.
Legalitas usaha di sekitar bantaran sungai juga dinilai perlu diverifikasi.
Jika terbukti terjadi pelanggaran, tindakan diharapkan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tunggu langkah nyata, bukan hanya pernyataan. Sungai ini milik publik,” tegas Bambang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi DLH Bojonegoro terkait kondisi Sungai Pacal maupun dugaan sumber pencemarannya.
Hasil pemeriksaan lapangan dan laboratorium diperlukan agar persoalan tersebut tidak berhenti pada dugaan.
Awak media masih membuka ruang bagi DLH dan pihak usaha terkait untuk memberikan klarifikasi. (*)















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,