CIREBON – BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali menggelar Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kali ini, sebanyak 60 purna PMI asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha dan memperkuat kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia.
Pelatihan yang berlangsung di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon tersebut mencakup dasar-dasar kewirausahaan, penyusunan rencana bisnis, manajemen usaha, literasi keuangan, hingga pendampingan pascapelatihan.
Program ini dirancang agar peserta mampu membangun usaha yang sesuai dengan potensi daerahnya.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan program tersebut bertujuan membekali purna PMI dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan usaha produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pendampingan dari mentor berpengalaman juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing usaha peserta.
”Melalui program ini kami ingin membekali purna PMI agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Dhanny.
Dhanny menambahkan, Jawa Barat menjadi daerah asal PMI terbesar di Indonesia, sementara Kabupaten Cirebon termasuk lima besar penyumbang pekerja migran.
Kondisi tersebut menjadikan Cirebon sebagai wilayah prioritas dalam program pemberdayaan purna PMI yang dijalankan BRI.
Salah satu peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan tersebut.
Perempuan yang pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura itu menilai materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
”Pelatihan ini memberikan pemahaman tentang pengelolaan usaha dan keuangan yang sangat bermanfaat. Saya berharap program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak purna PMI yang bisa berkembang menjadi wirausaha,” kata Tanipa. (*)













Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,