JAKARTA – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus menyatakan dukungannya terhadap perkembangan media digital independen atau yang dikenal sebagai media “homeless”.
Menurutnya, kemajuan teknologi telah mengubah pola penyebaran informasi yang kini tidak lagi bergantung pada kantor fisik maupun struktur media konvensional.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Fun Walk Dewan Pers dalam peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2026 di Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Firdaus menilai keberadaan media digital mandiri menjadi bagian dari realitas baru dunia pers modern.
Platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, hingga podcast dinilai telah membuka ruang luas bagi kreator informasi untuk menyampaikan berita secara cepat dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Ia berharap keberadaan media baru tersebut dapat diterima sebagai bagian dari ekosistem pers nasional.
“Perkembangan media digital saat ini sudah sangat terbuka. Banyak kreator informasi bekerja mandiri tanpa kantor fisik, tetapi mampu menghadirkan informasi secara cepat dan menjangkau audiens luas,” ujar Firdaus.
Selain membahas fenomena media baru, Firdaus juga menyoroti sistem verifikasi media yang diterapkan Dewan Pers.
Menurutnya, banyak media kecil dan media siber daerah mengalami kendala dalam memenuhi persyaratan administratif yang dinilai cukup berat di tengah kondisi industri pers saat ini.
Ia meminta agar aturan verifikasi lebih sederhana namun tetap menjaga kualitas jurnalistik.
“Banyak media tetap menjalankan fungsi jurnalistik dan memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi terkendala syarat administratif yang cukup berat. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Firdaus menegaskan perusahaan pers tetap harus berbadan hukum dan menjalankan kode etik jurnalistik sesuai amanat UU Pers.
Namun, ia berharap Dewan Pers dapat menyesuaikan regulasi agar lebih inklusif terhadap perkembangan media digital modern.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pendataan media dapat berjalan lebih luas sekaligus menjaga iklim pers Indonesia tetap sehat dan merdeka.
“Regulasi harus mampu mengikuti perkembangan zaman, tanpa menghambat pertumbuhan media digital independen yang tetap menjunjung etika jurnalistik,” tegas Firdaus. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,