LAMONGAN – Pemerintah Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan menggelar Upacara Adat Sedekah Bumi di kawasan Punden Dusun Sembung, pada Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga masyarakat sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
Dengan mengangkat tema tentang pentingnya menjaga adat dan mempererat silaturahmi, acara berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan sejak pagi hari.
Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan kirab gunungan yang berisi hasil bumi milik warga.
Arak-arakan dimulai dari rumah Kepala Desa menuju punden yang menjadi pusat kegiatan adat.
Iring-iringan tersebut diikuti oleh kepala desa, perangkat desa, ibu-ibu PKK, hingga masyarakat umum.
Suasana kebersamaan terlihat kental sepanjang perjalanan kirab yang menjadi daya tarik utama acara.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Sukorame serta berbagai elemen masyarakat.
Hadir pula Kepala Desa Sembung Gatot, S.H. bersama istri, perangkat desa, BPD, Linmas, serta tokoh agama dan masyarakat.
Partisipasi warga tidak hanya dari Dusun Sembung, tetapi juga dari wilayah sekitar.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap pelestarian tradisi lokal.
Kepala Desa Sembung Gatot, S.H. menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh warga.
“Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat swadaya masyarakat yang sangat tinggi.
Menurutnya, hampir seluruh kepala keluarga ikut ambil bagian dengan penuh keikhlasan.
Lebih lanjut, Gatot berharap pelaksanaan di tahun berikutnya dapat lebih meriah.
“Partisipasi masyarakat mencapai hampir 100 persen, ini menjadi kekuatan besar bagi desa,” ungkapnya.
Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan.
Harapannya, Sedekah Bumi ke depan dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.
Sementara itu, Camat Sukorame Harwah Yutomo menekankan makna spiritual dari tradisi tersebut.
“Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil panen,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi panitia yang telah mengundang Forkopimcam untuk hadir dalam acara tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol kuat hubungan harmonis antara manusia dan Sang Pencipta.
Tidak hanya sebagai seremoni, Sedekah Bumi juga sarat makna sosial dan budaya.
Tradisi ini menjadi sarana untuk mengirim doa kepada para leluhur yang telah merintis desa.
Selain itu, momen ini dimanfaatkan warga untuk mempererat hubungan antar sesama.
Nilai kebersamaan dan kekeluargaan terasa semakin kuat dalam setiap rangkaian kegiatan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar warga.
Suasana semakin semarak dengan hiburan campursari yang menghadirkan grup Anggun Wijaya.
Penampilan seni tersebut menambah keceriaan sekaligus memperkuat nuansa budaya lokal.
Sedekah Bumi pun menjadi momentum penting yang menyatukan tradisi, spiritualitas, dan kebersamaan warga. (*)
















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,