BOJONEGOROtimes.Id – Kenaikan debit air Sungai Bengawan Solo akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius aparat kepolisian Bojonegoro.
Kapolsek Trucuk AKP Mulyono langsung menginstruksikan petugas untuk melakukan pemantauan di Bendungan Gerak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (24/04/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi bencana banjir.
Situasi saat ini masih dinilai dalam kondisi aman meski terjadi peningkatan volume air.
Kapolsek Trucuk menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.
“Ini adalah langkah awal kami dalam mengantisipasi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo, meskipun saat ini masih dalam kategori aman,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan secara berkala agar perkembangan situasi dapat diketahui secara cepat.
Dengan demikian, langkah penanganan dapat segera dilakukan jika diperlukan.
Selain memantau debit air, patroli juga difokuskan untuk melihat dampak pembukaan pintu air di Bendungan Gerak.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas aliran sungai yang perlu diwaspadai.
“Patroli ini sekaligus untuk memonitor perkembangan Bengawan Solo dan dampak dari dibukanya pintu air bendungan,” ungkap AKP Mulyono.
Hal ini dilakukan agar setiap perubahan kondisi dapat segera diantisipasi oleh petugas di lapangan.
Polsek Trucuk juga telah menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk pengelola Bendungan Gerak.
Upaya ini dilakukan guna memastikan kesiapan bersama dalam menghadapi kemungkinan terburuk.
Selain itu, personel kepolisian juga disiagakan untuk dapat bergerak cepat jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Kami sudah menyiapkan anggota yang siap digerakkan kapan saja apabila terjadi situasi darurat,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bhabinkamtibmas juga diminta aktif dalam memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai.
Mereka diharapkan terus memantau perkembangan situasi dan mengedukasi warga agar tetap waspada.
“Kami minta anggota di lapangan untuk rutin memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat lebih berhati-hati,” tambah Kapolsek.
Kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana.
Kapolsek Trucuk juga mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di sekitar aliran sungai mengingat kondisi arus yang mulai deras.
Hal ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat.
“Kami mengimbau warga bantaran sungai agar tidak beraktivitas di sekitar aliran Bengawan Solo karena berbahaya,” tegas AKP Mulyono.
Ia berharap upaya ini mampu menjaga situasi tetap aman, tenang, dan kondusif di wilayah Trucuk. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,