BOJONEGOROtimes.Id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro menghadirkan terobosan baru dalam memasarkan hasil pertanian.
Melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan alun-alun, diperkenalkan program bertajuk B’FOS (Bojonegoro Farm on the Street).
Inovasi ini menjadi ruang promosi sekaligus sarana edukasi langsung bagi masyarakat terkait potensi sektor pertanian lokal.
Langkah tersebut dinilai efektif dalam memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat luas secara lebih dekat.
Kegiatan B’FOS merupakan bentuk kolaborasi antara penguatan SDM pertanian dan program ketahanan pangan daerah.
Sejumlah pihak terlibat aktif, mulai dari penyuluh pertanian, Kelompok Tani (Poktan), hingga KTNA.
Berbagai produk ditampilkan, mulai dari hasil pertanian segar, olahan pangan, hingga produk non-pangan berbasis pertanian.
Pengunjung juga dapat membeli langsung produk tersebut tanpa melalui perantara.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pasar temporer.
“B’FOS adalah bukti nyata kolaborasi antara SDM pertanian yang terampil dengan semangat ketahanan pangan kita. Produk lokal Bojonegoro itu ‘Jos Membanggakan’,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep ini mampu memperpendek rantai distribusi antara petani dan konsumen.
Dengan demikian, petani memperoleh harga yang lebih layak, sementara masyarakat mendapatkan produk segar berkualitas.
Selain sebagai ajang pemasaran, B’FOS juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan inovasi teknologi pertanian.
Salah satunya pengembangan padi Gamagora dengan perlakuan bacillus serta sistem tanam jajar legowo.
Metode ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas hasil panen petani di Bojonegoro.
Edukasi semacam ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kemajuan sektor pertanian.
Zaenal juga menyoroti pentingnya kualitas SDM pertanian dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kami terus mendorong SDM pertanian untuk lebih kreatif dalam pengemasan dan pemasaran produk. B’FOS ini menjadi laboratorium hidup bagi mereka,” ungkapnya.
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, kemandirian pangan di Bojonegoro akan semakin kokoh.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bojonegoro sebagai lumbung pangan Jawa Timur. (*)













Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,