LAMONGAN – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Lamongan menggelar Patroli Harkamtibmas yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Cooling System di wilayah Pantura Paciran, Sabtu malam (28/2/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan yang kerap muncul saat bulan puasa.
Kegiatan difokuskan pada penguatan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga suasana Ramadhan tetap aman dan kondusif.
Rakor Cooling System digelar sekitar pukul 21.45 WIB di Balai Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Hadir dalam forum tersebut Kabagops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso, S.H., M.H., bersama para pejabat utama Polres.
Turut serta Camat Paciran, Danramil 0812/17 Paciran, Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti, S.E., kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga.
Pertemuan ini menjadi wadah dialog guna meredam potensi gesekan sosial selama Ramadhan.
Rakor tersebut menyoroti aktivitas patrol sahur yang menggunakan sound system dan dinilai berpotensi memicu konflik antarwarga.
Melalui pendekatan cooling system, aparat berupaya mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.
Diskusi berlangsung terbuka dengan mengedepankan solusi bersama.
Kesepakatan bersama menjadi prioritas demi ketertiban lingkungan.
Dalam arahannya, Kabagops menyampaikan pesan Kapolres Lamongan agar kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan tidak lagi dilakukan.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata.
“Menjaga kamtibmas bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Tradisi yang berpotensi mengganggu keamanan harus dievaluasi dan dihentikan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.
Camat Paciran menyatakan pihaknya akan segera menerbitkan surat imbauan kepada seluruh pemerintah desa.
Imbauan tersebut berisi penegasan untuk meniadakan patrol sahur keliling dengan pengeras suara.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut hasil rakor bersama unsur Forkopimcam.
Tujuannya agar tidak terjadi gesekan maupun gangguan ketertiban di tengah masyarakat.
Kapolsek Paciran turut meminta para kepala desa aktif menyosialisasikan hasil kesepakatan tersebut.
Pendekatan persuasif dinilai penting agar masyarakat memahami tujuan kebijakan tersebut.
Kepala Desa Sidokumpul menyatakan dukungan penuh terhadap penghentian patrol sahur keliling.
Sementara Kepala Desa Weru mengusulkan pembinaan langsung kepada pemuda agar tetap terlibat dalam kegiatan positif.
Disepakati bahwa Karang Taruna akan berperan menyampaikan sosialisasi kepada para pemuda di Komplek Weru Paciran dan sekitarnya.
Peran generasi muda dianggap strategis dalam menjaga stabilitas lingkungan.
Dengan komunikasi yang baik, diharapkan tidak ada lagi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Semua pihak sepakat menjaga suasana Ramadhan tetap damai.
Usai rakor, pada pukul 01.00 WIB, jajaran Polres Lamongan melanjutkan kegiatan dengan patroli skala besar.
Patroli dilakukan di sepanjang Jalan Raya Deandles Tlogosadang hingga perbatasan Lamongan–Gresik.
Titik penyekatan berada di kawasan perbatasan Tlogosadang dengan Banyutengah serta Tugu Perbatasan Panceng.
Langkah ini sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan dari luar wilayah.
Sebanyak 90 personel yang tergabung dalam 1 SSK diterjunkan dalam patroli tersebut.
Personel terdiri dari gabungan berbagai satuan fungsi Polres Lamongan dan Polsek jajaran Rayon 6.
Kegiatan diawali dengan apel dan arahan langsung dari Kabagops.
Seluruh anggota diminta bertindak profesional dan sesuai aturan hukum.
Dalam arahannya, Kabagops menekankan pentingnya kepatuhan prosedur dalam pelaksanaan tugas.
“Apabila ditemukan pemuda yang mencurigakan, lakukan pemeriksaan sesuai ketentuan. Jika membawa senjata tajam atau barang berbahaya lainnya, tindak tegas sesuai prosedur hukum,” ujarnya.
Ia memastikan tindakan yang dilakukan tetap mengedepankan hukum dan keselamatan.
Patroli ini juga bertujuan mencegah terbentuknya kelompok yang berpotensi mengganggu keamanan.
Melalui rangkaian rakor cooling system dan patroli penyekatan tersebut, situasi kamtibmas di Pantura Paciran diharapkan tetap stabil.
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Polres Lamongan dalam menjaga keamanan selama Ramadhan.
Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya ketertiban.
Dengan kebersamaan, suasana ibadah di bulan suci dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi pihak kepolisian jika membutuhkan bantuan.
Layanan Call Center 110 dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
“Kami mengajak masyarakat segera melapor apabila terjadi gangguan keamanan atau membutuhkan kehadiran polisi,” ujarnya.
Partisipasi aktif warga menjadi bagian penting dalam menjaga kondusifitas wilayah. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,