BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Upaya tersebut diperkuat melalui kemitraan aktif bersama sektor swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan tahun 2026.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang Co-creating Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/2/2026).
Forum ini menjadi ajang penyelarasan program antara pemerintah daerah dan perusahaan.
PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) secara resmi menyatakan dukungan terhadap agenda prioritas daerah.
Langkah ini menandai penguatan sinergi lintas sektor di Bojonegoro.
Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro bersama Kepala Bappeda.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, termasuk SKK Migas dan perusahaan migas besar.
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu, hingga Pertamina Sukowati ambil bagian dalam pembahasan.
Perwakilan perbankan dan OPD terkait juga ikut dalam proses sinkronisasi program.
Direktur Utama PT ADS, Mohammad Kundori, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebijakan daerah.
Menurutnya, program CSR perusahaan akan disesuaikan dengan arah pembangunan Pemkab Bojonegoro.
Ia memastikan langkah konkret telah disiapkan untuk tahun berjalan.
“Kami telah merancang sinergi program prioritas dengan menyalurkan bantuan GAYATRI kepada 100 Kelompok Penerima Manfaat di Bojonegoro,” ujarnya.
Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) diharapkan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.
Skema ini menyasar kelompok penerima manfaat dari kalangan ekonomi rentan.
Melalui peternakan ayam petelur, warga didorong memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.
Model pemberdayaan ini diproyeksikan menciptakan kemandirian finansial keluarga.
Tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, PT ADS juga menaruh perhatian pada isu lingkungan.
Program pengelolaan sampah disiapkan guna menciptakan kawasan yang lebih bersih dan sehat.
Selain itu, konservasi sungai menjadi agenda penting perusahaan.
Penanaman pohon keras dan produktif di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) akan dilakukan bersama DLH.
Kepala Bappeda Bojonegoro menilai sinkronisasi lintas sektor ini sangat krusial.
Menurutnya, kolaborasi menjadi instrumen utama dalam mencapai target pembangunan daerah.
Empat pilar utama kerja sama telah ditetapkan sebagai fokus bersama.
Pilar tersebut mencakup pengentasan kemiskinan, konservasi lingkungan, peningkatan IPM, dan rehabilitasi rumah sehat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro menegaskan pentingnya percepatan realisasi program.
Ia menyebut tantangan pembangunan tidak dapat ditanggung pemerintah sendirian.
Keterlibatan perusahaan melalui CSR maupun PPM sektor migas dinilai sangat strategis.
“Perlu adanya percepatan pengentasan kemiskinan. Dukungan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan target kita,” tegasnya.
Pertemuan ini menjadi penanda kuat bahwa arah kebijakan dan dukungan swasta mulai terintegrasi.
Sinergi yang terbangun diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bojonegoro.
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum percepatan pembangunan inklusif.
Kolaborasi lintas sektor diyakini mampu mendorong kesejahteraan yang lebih merata. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,