BOJONEGOROtimes.Id – Lestari Sahsa Malika atau yang akrab disapa Denok Ayu Lestari dikenal sebagai guru Bahasa Jawa di SMPN 1 Balen sekaligus pendidik PAUD di KB Tunas Harapan Ngadiluhur.
Bagi Lestari, mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan membentuk karakter dan budi pekerti siswa sejak dini.
Melalui pembelajaran, ia menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa kepada generasi muda.
Di luar sekolah, Lestari mendirikan Sanggar SUMILAK sebagai ruang belajar seni tradisi.
Sanggar ini melatih seni baca geguritan, tembang macapat, tembang dolanan, drama Jawa, hingga menulis.
Tersedia pula perpustakaan mini yang terbuka bagi anak-anak desa.
Sanggar tersebut kerap menjadi tempat persiapan saat mengikuti berbagai lomba kesenian.
Dalam setiap pelajaran, Lestari selalu menyelipkan nilai unggah-ungguh dan sopan santun melalui basa krama sederhana.
Tantangan pun tak jarang muncul, terutama saat anak-anak belum memahami makna seni tradisi.
Namun ia memilih pendekatan persuasif dengan menjelaskan filosofi tembang dan asal-usulnya.
Perlahan, siswa mulai memahami bahwa seni Jawa sarat nilai kehidupan.
Ketekunan tersebut membuahkan prestasi membanggakan.
Sejumlah siswa binaannya berhasil meraih juara dalam lomba geguritan dan dialog Bojonegaran tingkat kabupaten.
Lestari sendiri juga pernah menyabet juara lomba sambutan basa Jawa. Prestasi itu menjadi motivasi baginya untuk terus berkarya dan mendidik.
”Anak-anak tidak malu menjadi orang Jawa serta mampu menggunakan bahasa sesuai empan papan,” harapnya.
Ia berpesan kepada para pendidik agar terus menanamkan karakter luhur kepada peserta didik.
Baginya, guru adalah pelita yang menuntun generasi agar tumbuh berbudaya dan berakhlak mulia.
Dari Balen, semangat itu terus menyala untuk Bojonegoro. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,