Musim Hujan Tiba, Petani Kepohbaru Mulai Bersihkan Lahan untuk Tanam Padi

BOJONEGOROtimes.Id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir menjadi berkah yang dinanti-nanti. Momen ini langsung dimanfaatkan oleh para petani di Kecamatan Kepohbaru,untuk kembali turun ke sawah dan bersiap menyambut musim tanam padi.

Seiring datangnya musim penghujan, kesibukan mulai terlihat di area persawahan. Para petani bergerak cepat membersihkan lahan mereka dari sisa-sisa batang tembakau sisa musim kemarau lalu. Lahan tersebut dibersihkan secara menyeluruh agar siap digemburkan kembali sebelum ditanami padi.

Salah satu petani asal Desa Brangkal, Zaenuri, memilih untuk mengawali persiapan lebih awal. Ia sengaja mengolah lahannya lebih cepat agar tidak keteteran saat puncak musim tanam tiba.

Sambil menyeka keringat di sela-sela kesibukannya membersihkan lahan, Zaenuri menceritakan alasannya bergerak cepat.

“Daripada nganggur mas, luwih apik mulai resik-resik lahan. Ben mengko pas wayahe tandur, awake dhewe gak keri lan iso nandur pas wayahe,” ujar Zaenuri ramah saat ditemui di sawahnya. Minggu (1/11/2026)

Untuk musim tanam kali ini, Zaenuri memilih menanam padi gogo dengan teknik gejik atau tugal. Teknik tanam langsung ini terbilang tradisional namun sangat praktis. Petani hanya perlu menggunakan batang kayu berujung runcing untuk membuat lubang-lubang kecil di tanah, lalu memasukkan benih padi ke dalamnya. Metode gejik ini dinilai paling cocok untuk lahan kering, terutama saat kondisi tanah mulai empuk setelah tersiram air hujan.

Langkah persiapan yang matang juga terlihat di desa tetangga. Di Dusun Bakalan, Desa Kepoh, seorang petani bernama Mat Sholeh juga tampak sibuk di petak sawahnya. Berbeda dengan Zaenuri yang memakai sistem tanam langsung, Mat Sholeh memilih fokus membuat pinehan atau tempat persemaian pembibitan.

Sambil menata tanah semaian, ia menjelaskan bahwa persiapan pembibitan ini sengaja dicicil sejak awal.

“Iki nggawe pinehan disik, Mas. Ben sesuk yen sawahe wis rampung ditraktor kabeh lan banyune wis kebek, bibit parine wis siap ditandur. Dadi gak buwang-buwang wektu maneh,” tutur Mat Sholeh di sela aktivitasnya.

Bagi petani Kepohbaru, persiapan lahan sejak dini menjadi langkah penting agar proses penanaman dapat dilakukan sesuai waktu yang direncanakan. Kini, mereka sangat berharap curah hujan tetap mendukung dan bersahabat, sehingga proses tanam berjalan lancar, tanaman tumbuh dengan baik, dan hasil panen nantinya dapat memberikan hasil yang memuaskan.(Dj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *