Mengenang 6 Hari Wafatnya Ibu Tuminah, Puluhan Warga PSHT Rayon Kepoh Gelar Doa Bersama

BOJONEGOROtimes.Id — Puluhan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sub Rayon Bakalan, Rayon Kepoh, Ranting Kepohbaru, Cabang Bojonegoro, berhimpun di kediaman Andika Rahman, S.Pd., Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (27/10/2026) malam. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata dari manifestasi nilai persaudaraan dan empati sosial yang mengakar kuat di dalam organisasi.

Agenda spiritual yang diisi dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil ini diinisiasi khusus untuk mendoakan almarhumah Ibu Tuminah—atau yang karib disapa Mak Tum—ibunda dari Andika Rahman. Doa bersama tersebut diselenggarakan bertepatan dengan momentum enam hari pasca-berpulangnya almarhumah keharibaan Allah SWT.

Kehadiran puluhan warga PSHT di rumah duka menjadi representasi otentik dari solidnya ikatan tali batin yang diajarkan organisasi sebagai makna dari persaudaraan. Sebuah ikatan tali batin antara manusia satu dengan yang lain yang tidak dapat dipisah oleh apapun juga. Selain mengalirkan untaian doa, momentum ini juga menjadi sarana strategis dalam meneguhkan kembali kohesi internal serta merawat tali silaturahmi antarsesama warga PSHT di lingkungan Rayon Kepoh.

Dalam sambutannya, Mas Lukman Hakim selaku perwakilan pengurus PSHT Rayon Kepoh menegaskan bahwa aksi kepedulian ini merupakan pengejawantahan langsung dari ajaran luhur organisasi yang senantiasa menuntut kemanfaatan nyata serta sikap saling menguatkan dalam kebajikan.

“Kegiatan yasinan malam ini adalah wujud konkret dari komitmen organisasi kami di Rayon Kepoh. Kami hadir untuk memberikan penguatan moril kepada keluarga yang sedang menghadapi fase ujian ini. Semoga resonansi doa dari puluhan kadang warga ini mengantarkan almarhumah ke tempat terbaik di sisi Allah SWT, sekaligus menginjeksikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Mas Lukman Hakim.

Merespons kepekaan sosial yang didelegasikan oleh rekan sejawatnya, Andika Rahman, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas ketulusan solidaritas keluarga besar PSHT.

“Kami sekeluarga menghaturkan terima kasih yang tak terhingga atas ketulusan doa dan kehadiran dulur-dulur kadang warga PSHT Rayon Kepoh. Support moral yang luar biasa ini menjadi pilar kekuatan bagi kami dalam melewati masa-masa sulit ini. Pada kesempatan ini, kami juga memohonkan maaf yang seluas-luasnya atas segala kekhilafan almarhumah semasa hidupnya,” tutur Andika secara khusyuk.

Jalannya doa bersama terpantau berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan ketertiban. Prosesi pembacaan Surah Yasin dan tahlil dipimpin oleh Mas Muhlasin, yang kemudian dilanjutkan doa penutup yang diimami langsung oleh Mas Lukman Hakim. Seluruh rangkaian acara berjalan dinamis dan lancar hingga paripurna.

Rangkaian doa bersama ini dijadwalkan akan mencapai fase pamungkas pada Rabu (28/10/2026) malam di lokasi yang sama. Agenda tersebut akan menjadi penutup dari seluruh rangkaian doa ritual peringatan tujuh hari wafatnya almarhumah Mak Tum.

Melalui kebersamaan ini, warga PSHT Rayon Kepoh tidak hanya sekadar melafalkan untaian doa keagamaan, tetapi juga menegaskan sebuah pesan moral yang mendalam: bahwa persaudaraan sejati tidak akan pernah surut oleh jarak, dan tidak akan pernah luntur oleh kedukaan.

Di tengah kepedihan kehilangan seorang ibu, kehadiran para pendekar ini menjadi pelita penghibur yang membuktikan bahwa keluarga besar PSHT akan selalu ada untuk saling menjaga, merangkul, dan menguatkan batin dalam setiap detak dinamika kehidupan.(Dj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *