LAMONGAN – Sebanyak 221 orang tua dari 14 desa di tiga kecamatan resmi diwisuda dalam program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Angkatan VII Tahun 2026.
Program yang digelar di Pendopo Lokatantra, Kamis (29/10/2026), menjadi langkah Pemkab Lamongan memperkuat keluarga sebagai pondasi mencetak SDM unggul.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, kualitas generasi masa depan tidak lepas dari peran keluarga dan pola asuh orang tua.
Karena itu, ilmu yang diperoleh peserta SOTH diharapkan tidak berhenti setelah prosesi wisuda.
“Melalui SOTH, orang tua telah mendapatkan pembelajaran tentang pola asuh yang baik. Harapannya, anak-anak semakin senang berkomunikasi dengan orang tuanya di rumah,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Menurutnya, komunikasi yang baik di lingkungan keluarga menjadi salah satu kunci untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak.
Dari keluarga pula, karakter serta kualitas generasi penerus mulai dibentuk.
Kepala DP3AKB Kabupaten Lamongan, Aini Masidah, menjelaskan SOTH hadir untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak.
Program tersebut juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri orang tua dalam mendampingi perkembangan anak.
Selama mengikuti pembelajaran, peserta menjalani 13 kali pertemuan dan evaluasi melalui pre-test serta post-test.
Materi yang diberikan mencakup pola asuh, perencanaan kehidupan keluarga, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, hidup bersih dan sehat, hingga pembentukan karakter anak.
Peserta wisuda berasal dari 14 desa di Kecamatan Ngimbang, Modo, dan Pucuk. Hartini, peserta dari Desa Yungyang, Kecamatan Modo, bahkan dinobatkan sebagai peserta terbaik dalam SOTH Angkatan VII.
“Setelah mengikuti SOTH, kami menjadi lebih memahami kondisi anak. Ketika mengetahui risiko stunting, kami tidak perlu panik, tetapi bisa memahami langkah yang tepat untuk memperbaiki pemenuhan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak,” ungkap Hartini.
Program SOTH diharapkan mampu membawa perubahan nyata dalam pola pengasuhan di setiap keluarga.
Dengan orang tua yang semakin memahami kebutuhan anak, upaya mencetak generasi Lamongan yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing dapat dimulai dari rumah. (*)












