Bojonegoro Inovatif Award 2026: Inovasi Melonjak, Wabup Tekankan Dampak Nyata

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) memberikan penghargaan kepada para inovator dalam ajang Bojonegoro Inovatif Award (BIA) 2026.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan, inovasi harus mengutamakan kualitas dan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar jumlah.

Penghargaan diserahkan di Hall Hotel Griya Dharma Kusuma, Kamis (29/10/2026).

BIA 2026 mencakup enam kategori, yakni OPD, kecamatan, desa/kelurahan, pelajar/mahasiswa, bidang usaha, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah yang hadir bersama Ketua Dewan Pembina Inspira Risbo, Cantika Wahono, menyampaikan pesan Bupati Setyo Wahono.

Ia meminta setiap inovasi mampu menunjukkan perubahan yang jelas dalam pelayanan publik maupun penyelesaian persoalan pembangunan.

“Penghargaan kali ini jangan menekankan kuantitas, tetapi kualitas. Maka, before-after-nya harus terlihat,” tegas Nurul Azizah.

Ia berharap para penerima penghargaan terus mengembangkan gagasan dan berani berkompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.

Menurutnya, inovasi harus tetap berjalan meskipun terjadi pergantian pimpinan karena menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Inovasi ini jangan berhenti hanya karena pergantian pimpinan, karena inovasi adalah pemecahan masalah yang ada. Harapannya, dari para penerima penghargaan ini ada yang maju di tingkat nasional,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Brida Bojonegoro, Dili Tri Wibowo, mengungkapkan jumlah inovasi yang mengikuti BIA 2026 meningkat dari 116 menjadi 219 inovasi.

Peningkatan tersebut dinilai sebagai peluang untuk memperkuat budaya inovasi sekaligus meningkatkan kesiapan Bojonegoro menghadapi ajang Innovative Government Award (IGA).

Dili menekankan, inovasi harus diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia juga mendorong pengembangan riset konservasi sumber daya air serta tanaman bernilai ekonomi tinggi dengan masa tanam kurang dari tiga bulan.

Melalui BIA 2026, Pemkab Bojonegoro berharap inovasi dari berbagai sektor dapat mendukung pembangunan daerah, memperkuat perekonomian, menekan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *